Share

Dianggap Tak Hormati Ratu Elizabeth II, Kieran Tierney Sebabkan Kontroversi di Inggris

Ilham Sigit Pratama, MNC Portal · Jum'at 23 September 2022 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 51 2673634 dianggap-tak-hormati-ratu-elizabeth-ii-kieran-tierney-sebabkan-kontroversi-di-inggris-vaIotoYoIK.jpg Kieran Tierney picu kontroversi di Inggris karena tak hormati Ratu Elizabeth II (Foto: Twitter/kierantierney1)

DIANGGAP tak hormati Ratu Elizabeth II, Kieran Tierney sebabkan kontroversi di Inggris. Tindakan bek Arsenal tersebut untuk mencopot ban hitam ketika membela Timnas Skotlandia di laga UEFA Nations League kontra Ukraina menuai kontroversi.

Sebagai penghormatan kepada mendiang Ratu Elizabeth II, para pemain dari Timnas yang berada di Britania Raya diwajibkan mengenakan ban hitam di jeda internasional kali ini. Kendati demikian, Kieran Tierney menolak untuk patuh.

Kieran Tierney melepas ban hitam

Dalam tayangan televisi, Tierney nampak enggan menyanyikan lagu God Save the Queen di saat rekan-rekannya bernyanyi sebelum kick off menghadapi Ukraina di UEFA Nations League pada Kamis 22 September 2022. Tindakannya tentu menyulut amarah publik sepakbola Inggris.

Namun tak sampai di situ, berdasarkan foto yang diunggah akun Twitter fanbase Arsenal, @arsenalentity, Tierney nampak enggan mengenakan ban lengan hitam pad laga tersebut. Tierney nampak membuang ban lengan tersebut begitu saja di pinggir lapangan.

Laga itu sendiri dimenangkan oleh Skotlandia dengan tiga gol tanpa balas. Berlangsung di Hampden Park, Glasgow, Tartan Army โ€“julukan Skotlandia mendulang poin penuh berkat gol John McGinn (70โ€™), dan brace Lyndon Dykes (80โ€™ dan 87โ€™).

Tindakan Tierney memang masuk akal mengingat latar belakangnya sebagai didikan asli akademi Glasgow Celtic. Sekadar informasi, hubungan Celtic dan Kerajaan Britannia Raya tidaklah harmonis.

Celtic merupakan klub yang tidak mengubah logo mereka di media sosial ketika Ratu mangkat. Para suporter juga tanpa ragu membentangan banner bertuliskan perayaan atas meninggalnya pemimpin terlama Kerajaan Inggris tersebut.

Glasgow Celtic

Pada laga Liga Champions kontra Shakhtar Donetsk, para suporter Celtic membentangkan spanduk bertuliskan f**k the crown. Kemudian di laga Liga Skotlandia versus St. Mirren, mereka membentangkan spanduk bertuliskan if you hate the royal family clap your hands.

Kebencian Celtic kepada Kerajaan Inggris sudah terjadi selama puluhan tahun, penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah politik. Sebagian masyarakat Katolik di Glasgow menyuarakan kemerdekaan penuh Irlandia Utara dari Inggris Raya.

Latar belakang Celtic sebagai klub yang lahir dari kaum buruh juga turut menjadi faktor. Kerajaan Inggris disalahkan atas awetnya kesenjangan antar kelas di Britania Raya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini