MARTIN Braithwaite ungkap sosok yang bikin dirinya dari Barcelona. Sang striker asal Denmark akhirnya meninggalkan Camp Nou pada bursa transfer musim panas lalu karena desakan dari pelatih Xavi Hernandez.
La Blaugrana –julukan Barcelona– mendatangkan Martin Braithwaite dalam transfer spesial pada Februari 2020. Saat itu, mereka memilih untuk mendapatkan sang striker dari CD Leganes dengan menebus klausul rilisnya senilai 18 juta euro (Rp268,257 miliar) dalam transfer darurat yang diberikan oleh pihak operator Liga Spanyol.

El Barca mendatangkan Braithwaite dalam kondisi terpaksa, karena beberapa penyerang mereka mengalami cedera. Namun pemain berusia 31 tahun itu gagal menunjukkan performa apik, setelah hanya mampu mencetak 10 gol dan lima assist dari 58 penampilan di semua kompetisi.
Sementara pada bursa transfer musim panas 2022-2023, Barcelona ingin menjual Braithwaite. Bahkan beberapa klub dikabarkan siap menampung mantan penyerang Middlesbrough, termasuk klub dari Arab Saudi dikabarkan siap membayar dengan gaji besar.
Namun Braithwaite menolak untuk meninggalkan Camp Nou. Akan tetapi, usahanya gagal usai Barcelona mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kerja sama dengannya.
Usai perjalanan kariernya di Barcelona berakhir, Braithwaite pun tak membutuhkan waktu lama untuk mencari klub baru. Ia pun bergabung dengan rival Blaugrana, yakni Espanyol hingga Juni 2025 mendatang.
Sementara itu Braithwaite mengaku masih ingin tetap berada di Barcelona, tetapi Xavi tidak mempercayainya dan membuatnya harus pergi. Ia sempat berpikir bisa mengubah keadaan, tetapi setelah menyadari semua itu tidak mungkin.