Share

Bawa Timnas Indonesia U-16 Juara Piala AFF U-16 2022, Bima Sakti Pernah Dicap Pelatih Penjaskes

Andri Bagus Syaeful , MNC Portal · Kamis 18 Agustus 2022 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 51 2650257 bawa-timnas-indonesia-u-16-juara-piala-aff-u-16-2022-bima-sakti-pernah-dicap-pelatih-penjaskes-FNxWEUqhPW.jpg Bima Sakti sukses membawa Timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF U-16 2022. (Foto: PSSI)

JAKARTA – Sosok pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, kini sedang menjadi buah bibir publik sepakbola Tanah Air. Sebab, dia berhasil membawa Garuda Asia -julukan Timnas Indonesia U-16- juara Piala AFF U-16 2022.

Namun, di balik kesuksesan sebagai pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti ternyata pernah mendapat berbagai kritikan saat awal perjalanan memulai karier menjadi pelatih. Dia bahkan pernah dicap pelatih penjaskes.

Bima Sakti

"Kalau dibilang guru penjas (pendidikan jasmani), saya terima saja itu. Saya pernah sampai diberikan penghargaan dari guru di Pekanbaru, yaitu kartu PGRI. Ini benar,” kata Bima Sakti, dilansir dari Sport77 Official, Kamis (18/8/2022).

BACA JUGA: Timnas Indonesia U-16 Juara Piala AFF U-16 2022, Presiden Jokowi Beri Bonus Rp1 Miliar!

Bima Sakti mengaku tidak pernah sakit hati dengan kritikan yang didapat. Sebab, kritikan hadir agar dirinya menjadi lebih baik.

BACA JUGA: Momen Timnas Indonesia U-16 Diundang Ke Istana Merdeka, Diharapkan Jadi Motivasi Semakin Berprestasi

"Saya malah terima kasih kepada semua pencinta sepakbola Indonesia, khususnya netizen. Saya juga sudah sampaikan kepada teman-teman wartawan bahwa tidak baper dibilang apa saja. Sebab, saya banyak belajar," ujarnya.

Bima Sakti mengatakan berbagai kritikan kepadanya pun disaring dengan baik. Jika itu kritik membangun, dirinya akan ambil untuk kebaikannya kariernya.

"Bima, taktiknya tidak bagus. Saya masih belajar, ya. Bima mainnya monoton dengan long ball, saya masih belajar lagi," ujarnya.

Bima Sakti

Pria berusia 46 tahun itu tidak mau dituduh dengan berbagai hal negatif yang tidak berkaitan dengan sepakbola. Lantaran, hal itu bisa mencoreng nama baiknya.

"Terpenting, saya jangan dikatakan pelatih yang ambil duit pemain. Pelatih yang tidak jujur," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini