Ronaldo Tampil Beda
Meski sudah dipastikan bermain, sosok Ronaldo masih menjadi misteri di final Piala Dunia 1998 itu. Sebab, dia terlihat tampil berbeda. Performanya tak seperti biasanya sehingga Timnas Brasil pun tak bisa terhindar dari kekalahan.

Rekan setim Ronaldo, Roberto Carlos, pun menguak kondisi yang terjadi di skuad Timnas Brasil, utamanya kepada Ronaldo, sebelum laga. Dia bercerita bahwa semua ini bermula seusai makan siang di Lesigny, pada hari final Piala Dunia 1998.
Ronaldo dikabarkan mengalami kejang-kejang sampai akhirnya mengeluarkan busa dari mulutnya sekembalinya ke hotel dari makan siang tersebut. Hal itu terjadi sekira pukul 16.00 waktu setempat.
Carlos yang sekamar dengan Ronaldo pun panik sehingga meminta pertolingan. Sebab, laga sendiri akan digelar pada pukul 21.00 waktu setempat.
"Ronaldo takut dengan apa yang akan terjadi. Tekanan besar membuatnya tidak bisa berhenti menangis," tutur Roberto Carlos.
Pertolongan pun langsung diberikan kepada Ronaldo. Jika terlambat, nyawa Ronaldo kemungkinan bisa melayang. Kondisi Ronaldo pun tak lama kemudian berangsur-angsur membaik. Dia bisa kembali berbincang menceritakan kondisinya kepada rekan setimnya.
Karena laga akan segera digelar dalam beberapa jam ke depan, rekan setim Ronaldo di Timnas Brasil pun bergegas pergi ke stadion. Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, Ronaldo dinyatakan fit untuk bermain. Kala itulah, namanya secara mengejutkan bisa kembali masuk ke daftar skuad.
Meski cerita ini sudah dikuak oleh Carlos, tetap ada sejumlah pandangan miring soal kisah sebenarnya dari absennya Ronaldo kala itu. Beberapa meragukan hal yang terjadi kepada Ronaldo.
(Djanti Virantika)