Share

Klarifikasi Soal Momen Angkat Trofi Piala AFF U-16 2022, Begini Jawaban Mengejutkan Ketum PSSI!

Andri Bagus Syaeful , MNC Portal · Senin 15 Agustus 2022 22:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 51 2648457 klarifikasi-soal-momen-angkat-trofi-piala-aff-u-16-2022-begini-jawaban-mengejutkan-ketum-pssi-eVNraySPwT.jpg Timnas Indonesia U-16 saat perayaan juara Piala AFF U-16 2022 (Foto: PSSI)

TIMNAS Indonesia U-16 berhasil memastikan diri juara Piala AFF U-16 2022 usai mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0 pada Jumat, 12 Agustus 2022 silam. Di balik hal tersebut, ada momen yang disoroti oleh netizen.

Ya, momen yang dimaksud adalah saat angkat trofi juara Piala AFF U-16 2022 oleh penggawa Timnas Indonesia U-16. Pada saat itu, Ketua Umum (Ketum) Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali ikut dalam perayaan tersebut.

Twitter Siaran Bola

Sontak, hal itu banyak digunjingkan di media sosial. Itu disorot oleh akun Twitter @SiaranBolaLive. Akun itu membuat cuitan yang tidak puas dengan aksi Menpora Zainudin Amali dan Ketum PSSI Mochamad Iriawan saat penyematan juara Timnas Indonesia U-16.

"Menpora Zainudin Amali dan Ketum PSSI Iwan Bule diduga melanggar kode etik Perfederasian Sepakbola karena terlibat langsung dalam pengangkatan trophy juara #AFFU16. Keduanya diduga kuat mempunyai misi meningkatkan Popularitas tapi urat malu putus," tulis akun itu.

Mengenai sorotan itu, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu akhirnya memberikan respons. Dia mengatakan bahwa dirinya, diminta oleh Presiden Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF), Khiev Sameth dan Kapten Timnas Indonesia U-16 Iqbal Gwijangge melakukan aksi itu.

"Saya diminta presiden AFF untuk naik ke podium, termasuk Pak Menteri. Iqbal minta saya angkat trofi. Jadi, apa yang salah? Sudah lah, sudah juara, apresiasi mereka. Kami sudah luar biasa, ingin juara," kata Mochamad Iriawan di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Dia mengatakan di balik keberhasilan Timnas Indonesia U-16 juga ada perjuangannya. Namun, hal itu tidak dilihat oleh publik sepak bola Tanah Air.

Ketum PSSI

"Saya menjaga Timnas luar biasa. Orang tidak tahu saya berdarah-darah, tapi ini kewajiban saya. Saya tunggu di sana tidak pulang ke Jakarta. Orang tua dihadirkan ada acara di sana sampai cium kaki. Itu memang tidak dilihat. Biasa netizen. Saya anggap situasi yang wajar," ucapnya.

"Saya tidak ada maksud apa-apa, yang jelas euforia, belum pernah selama kepemimpinan saya menjadi juara, wajar saja. Senang saja dan bangga. Saya rasa kalo netizen menjadi saya akan begitu juga. Maaf bukan netizen, tetapi pemilik akun. Salam hormat pemilik akun," tambahnya.

Iwan Bule mengatakan pihaknya pun tetap mengapresiasi perjuangan tim berjuluk Garuda Asia itu. Pasalnya, sudah berjuang mempersembahkan gelar juara.

"Alhamdulillah, luar biasa saya berikan motivasi. Kalau bonus, pasti, ya," pungkasnya.  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini