Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Andrika Fathir Rachman Minta Maaf Usai Jadi Pahlawan Timnas Indonesia U-16 di Babak Adu Penalti Kontra Myanmar, Kenapa?

Muammar Yahya Herdana , Jurnalis-Kamis, 11 Agustus 2022 |02:14 WIB
Andrika Fathir Rachman Minta Maaf Usai Jadi Pahlawan Timnas Indonesia U-16 di Babak Adu Penalti Kontra Myanmar, Kenapa?
Andrika Fathir Rachman kala membela Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 2022. (Foto: Instagram/@pssi)
A
A
A

SLEMAN – Kiper Timnas Indonesia U-16, Andrika Fathir Rachman, menjadi pahlawan kemenangan timnya kala mengalahan Myanmar dalam babak adu penalti di semifinal Piala AFF U-16 2022. Meski sukses menampilkan kinerja ciamik, Andrika tetap meminta maaf karena sudah membuat Timnas Indonesia U-16 susah payah meraih kemenangan.

Hal itu diungkap oleh pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti. Dia menyebut Andrika justru meminta maaf usai menjadi pahlawan kemenangan Timnas Indonesia U-16.

Andrika Fathir Rachman

Baca Juga:
baca_juga

Ya, Timnas Indonesia U-16 baru saja menghadapi duel sulit melawan Myanmar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu 10 Agustus 2022 malam WIB. Usai meraih hasil imbang 1-1 selama waktu normal, Timnas Indonesia U-16 meraih kemenangan melalui babak adu penalti dengan skor 5-4.

BACA JUGA: Timnas Indonesia U-16 vs Vietnam di Final Piala AFF U-16 2022, Bima Sakti: Harus Lebih Militan!

Meski menjadi penyelamat di babak adu penalti, Andrika memang kurang tampil maksimal, khususnya di babak pertama. Myanmar pun sukses mencetak gol lebih dulu di menit-menit akhir babak pertama.

BACA JUGA: Bawa Timnas Indonesia U-16 Tembus Final, Andrika Fathir Rachman Ungkap Arahan Markus Horison Sebelum Adu Penalti

Coach Bima Sakti menyebut Andrika langsung meminta maaf setelah gagal mempertahankan gawangnya. Andrika mengakui bahwa gol tersebut adalah kesalahannya, meski telah berkomunikasi dengan rekan-rekannya.

“Ya, tadi begitu kita menang, Andrika datang ke saya untuk minta maaf karena gol pertama tadi adalah kesalahan dia,” ungkap coach Bima Sakti pada konferensi pers pascalaga.

“Padahal, tadi dia bilang sudah komunikasi (dengan bek), tapi mungkin kurang keras,” imbuhnya.

Bima Sakti

Bima Sakti pun berharap kesalahan tersebut tidak kembali terulang di laga final saat menghadapi Vietnam. Pasalnya, kesalahan sekecil apa pun bisa sangat berbahaya bagi Timnas Indonesia U-16 nantinya.

“Untuk itu, lawan Vietnam nanti, kita tidak boleh melakukan kesalahan antisipasi, kurang komunikasi dengan pemain belakang sehingga kita rugi bisa kebobolan,” pungkasnya.

(Djanti Virantika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement