Share

Jelang Laga Arema FC vs PSS Sleman: Elang Jawa Waspadai Skema Bola Mati Singo Edan

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 49 2642078 jelang-laga-arema-fc-vs-pss-sleman-elang-jawa-waspadai-skema-bola-mati-singo-edan-PvipFuVKXP.jpg Seto Nurdiantoro (tengah) mewaspadai bola mati Arema FC. (Foto: Avirista Midaada/MPI)

PSS Sleman akan bertandang ke markas Arema FC, dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 pekan ke-3, Jumat (5/8/2022) malam WIB. Elang Jawa mewaspadai skema bola mati lawan.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro, meminta anak asuhnya mewaspadai performa Arema FC yang tengah dalam motivasi tinggi usai kemenangan lawan PSIS Semarang pekan lalu.

PSS Sleman

Ia pun telah meminta anak asuhnya tidak melakukan kesalahan dan pelanggaran-pelanggaran yang tak perlu. Pasalnya, Arema FC luar biasa saat memanfaatkan bola mati.

Apa yang diwaspadai Seto Nurdiantoro memang beralasan. Pasalnya, Arema FC berhasil menang atas PSIS lewat skema bola mati sebanyak dua kali.

"Kelebihan dari Arema yang harus kita waspadai salah satunya mungkin yang disebutkan tadi, bola mati, artinya kita mencoba mengantisipasi di situ. Mudah-mudahan tidak terjadi banyak pelanggaran," kata Seto Nurdiantoro saat konferensi pers pada Kamis siang (4/8/2022) di Malang.

Seto mengakui Arema FC mempunyai banyak keberuntungan. Hal ini berkaca pada pertandingan di turnamen pramusim Piala Presiden dan laga pekan kedua Liga 1 musim 2022 yang mencetak gol di detik-detik akhir.

Hal ini yang membuat Seto tertarik untuk belajar ke Arema FC, bagaimana mencari keberuntungan untuk bisa memenangi pertandingan.

Seto Nurdiantoro

"Saat melawan (PSIS) Semarang dari bola mati, dan itu menit ke-87 dan ke-95, dan saya bilang Arema ini faktor keberuntungannya cukup besar. Ini saya yang harus belajar dari Arema, bagaimana mencari faktor keberuntungannya, coba besok saya tanya," ujar Seto.

Mengantisipasi hal itu, pelatih berusia 48 tahun ini meminta anak asuhnya tetap mengikuti instruksinya selama pertandingan berjalan. Mengingat berkaca di dua pertandingan awal, apa yang diinstruksikannya berbeda dengan apa yang diterapkan pemain di lapangan.

"Sudah bicara mencoba mengikuti instruksi, tapi di lapangan selalu lupa instruksi pelatih. Itu menjadi PR bagi kami. Mudah-mudahan besok mereka nggak lupa apa yang saya instruksikan," tuturnya.

Sementara itu, pemain PSS Sleman, Dedi Gusmawan, mengungkapkan rekan-rekannya siap bermain di pertandingan ketiga Liga 1. Kendati bermain di kandang lawan, Dedi optimis ia dan rekan setimnya mampu memperbaiki kesalahan dan mengikuti instruksi pelatih demi meraih hasil positif.

"Kita semua sebagai pemain sudah siap menjalankan apa yang diinstruksikan pelatih. Mudah-mudahan kami semua bisa menjalankan instruksi yang diberikan pelatih," ujar Dedi.

Arema FC kini tengah menduduki peringkat 10 klasemen sementara Liga 1 dengan torehan 3 poin dari dua laga. Sedangkan PSS masih berada di posisi 14 dengan satu poin dari dua laga awal yang dilakoninya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini