Sani Rizki terlihat memegang kakinya cukup lama. Namun pertandingan tetap berjalan. Ketika Bhayangkara FC diserang, Sani Rizki pun terlihat tertatih-tatih berupaya membantu pertahanan timnya.

Akan tetapi, wasit tetap memutuskan pertandingan berjalan. Alhasil, Sani Rizki baru bisa ditangani ketika bola sudah keluar lapangan.
Menanggapi hal ini, Widodo C Putro meminta para pemainnya tidak manja dan mengemis pelanggaran kepada wasit. Menurutnya, hal itu akan menjadi evaluasi besar untuk pertandingan selanjutnya.
"Tentunya ada hal dimana salah satu pemain cidera, yang jatuh di tengah lapangan. Tetapi, yang berhak memberikan keputusan adalah wasit," kata Widodo C Putro dalam konferensi pers dengan awak media.
"Jadi, kita protes (kepada Sani), siapapun yang jatuh, ketika wasit bilang jalan, ya jalan," sambungnya.
"Saya meminta kepada pemain kami untuk terus jalan. Kita tidak boleh protes kepada wasit, itu salah satu (evaluasi) kami untuk selanjutnya," tambahnya.
Sementara itu, pada pertandingan Liga 1 2022-2023 selanjutnya, Bhayangkara FC akan berhadapan dengan Persik Kediri. Pertandingan itu akan dilangsungkan di Stadion Brawijaya Kediri, Kediri pada Minggu, 31 Juli 2022 mendatang.
(Hakiki Tertiari )
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.