ERIK Ten Hag, yang kini masih melatih Ajax Amsterdam, resmi terpilih sebagai Manajer anyar Manchester United. Dia akan mulai memimpin Man United pada musim 2022-2023.
Tugas berat menanti juru taktik asal Belanda itu di Man United yang terpuruk dalam beberapa musim terakhir ini. Akan tetapi, banyak pihak menilai, Ten Hag bisa membawa Man United kembali menjadi raksasa sepakbola yang disegani. Berikut lima alasan Ten Hag bakal dongkrak prestasi Man United:
5. Erik Ten Hag Pengalaman dalam Membangun Tim

Ten Hag sudah melatih Ajax sejak 2017 dan mampu berprestasi meski kehilangan banyak pemain bintangnya setiap awal musim. Itu membuktikan kemampuan Ten Hag dalam membangun tim.
Jika menilik performa Man United musim ini, perombakan jelas akan terjadi pada musim panas 2022 nanti. Beberapa pemain bintang Man United, yang tampak sudah tidak betah di Old Trafford, dikabarkan akan angkat kaki. Dengan kehadiran para pemain baru dan pemain lama yang tersisa, peran Ten Hag akan vital pada musim depan.
Ten Hag harus meramu tim dengan kombinasi pemain baru dan lama agar sesuai dengan filosofinya. Ten Hag seharusnya bisa melakukan itu.
4. Erik Ten Hag Punya Kepemimpinan yang Bagus

Untuk sukses di Man United, Ten Hag harus mampu menguasai ruang ganti. Itu tidak mudah karena ruang ganti Man United dipenuhi pemain bintang, seperti Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, Harry Maguire, Raphael Varane, dan David De Gea.
Manajer sementara Man United, Ralf Rangnick, kesulitan menguasai ruang ganti pemain. Alhasil, dia tidak mampu menerapkan filosofi bermain tekanan tingginya di Man United. The Red Devils pun tampil inkonsisten dalam beberapa pekan terakhir ini.
Agar masalah serupa tidak terjadi, Ten Hag harus menguasai ruang ganti Man United. Menilik sepak terjang Ten Hag di Ajax yang jauh dari masalah dengan pemainnya, juru taktik asal Belanda itu seharusnya bisa menguasai ruang ganti.
3. Erik Ten Hag Bisa Poles Pemain Biasa Jadi Bagus

Ten Hag punya kemampuan memoles pemain biasa menjadi bagus. Itu terbukti dari kinerja Ten Hag di Ajax yang mengubah karier Dusan Tadic dan Sebastian Haller.
Tadic tampil biasa saja saat main untuk Southampton, tetapi dia tampi luar biasa di bawah asuhan Ten Hag. Seperti Tadic, Ten Hag pun mengubah nasib Haller yang jadi kayu mati di West Ham United. Perlu diketahui, Haller kini sudah menorehkan 33 gol dan empat assist.
2. Taktik dan Filosofi Main Erik Ten Hag

Ten Hag biasa memakai formasi 4-2-3-1 dan 4-3-3 di Ajax. Dalam satu pertandingan, Ajax bisa memakai dua formasi itu sesuai dengan lawan yang dihadapi.
Sementara itu, Man United biasa main dengan formasi 4-2-3-1. Formasi itu dipakai pada era Ole Gunnar Solskjaer dan Rangnick. Jadi, 4-2-3-1 ala Ten Hag seharusnya bisa diadaptasi oleh para pemain Man United pada musim depan.
Meski begitu, 4-2-3-1 ala Ten Hag tentu berbeda dari dua pelatih sebelumnya. Sebab, dia memiliki folosofi tersendiri yang menitikberatkan pada penguasaan bola. Meski butuh waktu untuk beradaptasi, jika semua berjalan lancar, taktik dan filosofi Ten Hag seharusnya bisa berfungsi dengan maksimal di Man United.
1. Erik Ten Hag Ditemani Ralf Rangnick

Pada musim depan, Ten Hag akan ditemani oleh Rangnick yang menjabat sebagai konsultan klub. Rangnick akan membantu Ten Hag untuk mengolah Man United. Akan tetapi, kekuasaan penuh terhadap ruang ganti dan gaya main tetap ada di tangan juru taktik asal Belanda itu sebagai Manajer.
Namun, untuk urusan perekrutan pemain, Ten Hag akan dapat saran bermutu dari Rangnick. Perlu diketahui, Rangnick dikenal karena kemampuannya membeli pemain muda murah yang kualitasnya dapat berkembag pesat di masa depan.
Saran-saran dari Rangnick dapat menghindari Ten Hag dari pembelian mahal, tetapi tidak sesuai harapan. Rangnick dan Ten Hag akan bekerja sama untuk membeli pemain-pemain yang cocok dengan filosofi juru taktik asal Belanda itu.
(Andika Pratama)