MANCHESTER – Manchester United menerima denda dari Federasi Sepakbola Eropa (UEFA). Denda itu adalah buah dari perilaku suporter mereka yang melempari Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone.
Aksi pelemparan itu terjadi saat Manchester United bersua dengan Atletico Madrid di leg II 16 besar Liga Champions 2021-2022. Perlu diketahui, leg II digelar di Old Trafford, Manchester, pada 16 Maret 2022 lalu.

Saat itu, kedua tim imbang secara agregat (1-1) dari leg I. Pada leg II, Atletico Madrid menang 1-0. Alhasil, Atletico Madrid berhak melangkah ke babak selanjutnya setelah menang agregat 2-1.
Usai pertandingan, suporter Manchester United tak terima dengan kekalahan tersebut. Mereka langsung melempari Simeone dengan botol air minuman dan berbagai macam barang lainnya.
Namun, Simeone tak merespon berbagai lemparan tersebut dan tetap berlari menuju lorong Old Trafford. Aksi ini pun mendapatkan kecaman dari berbagai pihak hingga akhirnya UEFA resmi memberikan denda kepada Manchester United.
Menurut laporan The Independent, Kamis (28/4/2022), Manchester United harus membayar 10 ribu euro atau sekira Rp152 juta. Selain Manchester United, Liverpool dan Glasgow Rangers juga mendapatkan denda dari UEFA.

Liverpool diberikan denda setelah terlambat melakukan kickoff pada pertandingan melawan Benfica di Estadio Da Luz, Portugal, 6 April 2022 silam. The Reds -julukan Liverpool- diberikan denda sebesar 10 ribu euro.
Sementara itu, Rangers mendapatkan denda paling besar. Klub asuhan Giovanni van Bronckhorst harus membayar 46 ribu euro (Rp703 juta) setelah suporternya menyalakan kembang api dan Rangers terlambat kickoff.
(Andika Pratama)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.