SEBANYAK 4 kisah indispliner pemain Timnas Indonesia yang hancurkan kariernya sendiri akan dibahas dalam artikel ini. Sejatinya, nama-nama pemain di bawah ini memiliki prospek yang bagus bersama Timnas Indonesia
Namun, karena kesalahan yang dibuat, karier mereka pun meredup. Meski ada beberapa yang mencoba bangkit, tetap saja tak ada yang kembali ke performa terbaiknya. Lantas, siapa saja pemain yang dimaksud?
Berikut 4 kisah indispliner Timnas Indonesia yang hancurkan kariernya sendiri:
4. Mochamad Yudha Febrian

Shin Tae-yong tiba-tiba mencoret dua pemain sekaligus, salah satunya Yudha Febrian. Hal itu tepatnya saat Timnas Indonesia U-19 bersiap berangkat ke Spanyol pada medio Desember 2020.
Pemain ini dicoret ini bukan karena performanya yang buruk, melainkan karena sikapnya. Eks fullback kiri andalan Fakhri Husaini dicoret karena telat datang latihan, efek pergi dugem pada malam harinya.
"Dua pemain yakni Serdy dan Yudha telah melakukan tindakan indisipliner yang berat. Untuk itu, kami langsung memulangkan mereka," kata Shin Tae-yong mengutip dari laman resmi PSSI.
Akibat aksi indispliner di atas, Yudha Febrian sempat dimasukkan sang klub, Barito Putera, ke pesantren. Namun, karena sempat melakukan aksi pelecehan terhadap perempuan, Yudha Febrian dicoret Barito Putera. Sempat gabung Persik Kediri di Liga 1 2021-2022, pemain yang satu ini lagi-lagi dipecat.
3. Titus Bonai

Titus Bonai dicoret pelatih Timnas Indonesia U-23 pada 2011, Alfred Riedl, karena ketahuan mabuk, baik itu di Hong Kong dan Jakarta. Alhasil, Titus Bonai dicoret dari Timnas Indonesia U-23 racikan Riedl.
Ketika tampuk kepelatihan dipegang Rahmad Darmawan beberapa bulan setelahnya, Titus Bonai kembali diandalkan dan membawa skuad Garuda Muda merebut perak SEA Games 2011. Hanya saja, karena aksi indispliner yang dilakukan berulang-ulang, karier Tibo stuck. Sekarang di usianya yang ke-33 tahun, Tibo berstatus tanpa klub.