5 tragedi di sepak bola Indonesia yang bikin pemain akhiri karier lebih cepat menarik dibahas. Sebab, insiden tak jarang terjadi kala sang pemain dalam puncak kariernya.
Ya, persaingan sengit dalam merebut kemenangan dalam setiap laga di sepak bola tak jarang membuat insiden kerap terjadi. Insiden pun beberapa kali membuat pemain harus mengalami luka dan gagal melanjutkan permainan.
BACA JUGA: 10 Negara Paling Banyak Ekspor Pemain Sepak Bola, Nomor 1 Negeri Samba
Apa saja tragedi tersebut? Berikut 5 tragedi di sepak bola Indonesia yang bikin pemain akhiri karier lebih cepat.
BACA JUGA: 5 Pelanggaran Paling Nyeleneh dan Paling Konyol dalam Sepakbola, Nomor 1 Bikin Celana Melorot
5. Kaki Kena Hantaman Keras Lawan
Salah satu tragedi di sepak bola Indonesia yang bikin pemain akhiri karier lebih cepat dialami oleh Jumadi Abdi. Hal itu dialami Jumaadi Abdi kala membela PKT Bontang pada 2009.
Dalam laga melawan Persela Lamongan, nasib sial menimpa Jumadi Abdi yang bermain sebagai gelandang. Dia berbeturan keras dengan pemain lawan, Denny Tarkas, hingga menyebabkan cedera parah pada kakinya.
Setelah itu, karier Jumadi Abdi tak terselamatkan. Keputusannya gantung sepatu menyedot perhatian besar karena sosoknya dinilai memiliki kualitas besar di dunia sepakbola. Jumadi Abdi bahkan menjadi langganan dipanggil Timnas Indonesia.
4. Benturan Keras hingga Akibatkan Kantung Kemih Bocor
Tragedi lain di sepak bola Indonesia yang bikin pemain akhiri karier lebih cepat adalah insiden benturan keras yang dialami Akli Fairus. Pemain Persiraja Banda Aceh ini mengalami benturan keras dalam laga melawan PSAP Sigli.
Akibat tendangan keras dari kiper PSAP Sigli, Agus Rahman, Akli Fairus harus mengalami luka parah yang membuat kantung kemihnya sampai bocor. Akli Fairus pun harus pensiun dini.