Senada dengan Alinejad, peneliti senior Iran di HRW, Tara Sepehri Far, juga turut menyerukan agar FIFA segera memberi tindakan tegas terhadap Iran. Dirinya ingin agar wanita Iran tidak terus dijadikan korban kekerasan oleh pihak berwenang ketika hendak memasuki stadion.
“Pihak berwenang Iran telah berulang kali menunjukkan bahwa mereka melakukan upaya keras untuk menegakkan larangan diskriminatif dan kejam mereka terhadap perempuan yang menghadiri stadion sepakbola,” kata Tara dilansir sumber yang sama.
“Mengingat pelanggaran yang telah lama dilakukan otoritas Iran, FIFA harus mengikuti pedoman globalnya sendiri tentang non-diskriminasi dan harus menegakkan hukuman bagi ketidakpatuhan Iran,” jelasnya.
Kejadian tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Pada 2018, seorang wanita bernama Sahar Khodayari divonis penjara karena menyamar sebagai pria agar bisa memasuki stadion.
Berdasarkan laporan DW, Sahar meninggal bunuh diri dengan cara membakar dirinya sendiri karena tidak mau mendekam di penjara. Setahun setelahnya, pada 2019, Presiden FIFA, Gianni Infantino, langsung turun tangan menyurati pemerintah Iran agar mau melonggarkan aturan yang sudah diterapkan sejak 1979 tersebut.
(Djanti Virantika)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.