Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dapat Dukungan, FIFA Diminta Segera Mencoret Timnas Iran dari Piala Dunia 2022

Ilham Sigit Pratama , Jurnalis-Jum'at, 01 April 2022 |13:00 WIB
Dapat Dukungan, FIFA Diminta Segera Mencoret Timnas Iran dari Piala Dunia 2022
Trofi Piala Dunia. (Foto: Reuters)
A
A
A

TEHERAN – Isu Timnas Iran dicoret dari Piala Dunia 2022 berembus kencang belakangan ini. Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) pun mendapat dukungan untuk segera melakukan pencoretan itu.

Dukungan itu disampaikan oleh Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Iran dan Lembaga Penegakan HAM, Human Rights Watch (HRW). Mereka kompak menyerukan agar FIFA segera mendiskualifikasi Iran dari Piala Dunia 2022 karena melarang wanita datang ke stadion.

Timnas Iran

Seabagaimana diketahui, Iran diisukan agar dicoret dari keikutsertaan Piala Dunia 2022. Pasalnya, FIFA pada 2019 pernah memperingatkan pemerintah Iran agar mencabut larangan wanita masuk stadion tersebut.

Alhasil, rumor pencoretan Iran dari Piala Dunia 2022 pun merebak usai kejadian pelarangan wanita memasuki stadion pada 29 Maret 2022. Saat itu, Iran berhasil menekuk Lebanon dengan skor 2-0 dan memastikan diri lolos ke Qatar.

BACA JUGA: 5 Negara Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2022, Nomor 1 Baru Naik ke Peringkat 1 FIFA!

Padahal, banyak wanita yang sudah membeli tiket pertandingan. Namun, mereka malah disemprot dengan cairan merica dan dilarang memasuki stadion.

BACA JUGA: Aljazair Minta ke FIFA Laga Lawan Kamerun Diulang, Drawing Piala Dunia 2022 Resmi Ditunda?

Rumor pencoretan Iran pun lantas didukung oleh para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) di Iran. Salah satu aktivis, Masih Alinejad menyerukan agar FIFA mencoret Iran dari daftar peserta Piala Dunia 2022 agar pemerintah mau mencabut aturan tersebut.

“Saya menyerukan FIFA agar segera melarang Republik Islam kami (ikut Piala Dunia 2022) karena kami, para wanita Iran dilarang memasuki stadion selama 42 tahun,” kata Alinejad kepada Daily Mail dikutip dari Iran International, Jumat (1/4/2022).

Senada dengan Alinejad, peneliti senior Iran di HRW, Tara Sepehri Far, juga turut menyerukan agar FIFA segera memberi tindakan tegas terhadap Iran. Dirinya ingin agar wanita Iran tidak terus dijadikan korban kekerasan oleh pihak berwenang ketika hendak memasuki stadion.

“Pihak berwenang Iran telah berulang kali menunjukkan bahwa mereka melakukan upaya keras untuk menegakkan larangan diskriminatif dan kejam mereka terhadap perempuan yang menghadiri stadion sepakbola,” kata Tara dilansir sumber yang sama.

“Mengingat pelanggaran yang telah lama dilakukan otoritas Iran, FIFA harus mengikuti pedoman globalnya sendiri tentang non-diskriminasi dan harus menegakkan hukuman bagi ketidakpatuhan Iran,” jelasnya.

Kejadian tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Pada 2018, seorang wanita bernama Sahar Khodayari divonis penjara karena menyamar sebagai pria agar bisa memasuki stadion.

Berdasarkan laporan DW, Sahar meninggal bunuh diri dengan cara membakar dirinya sendiri karena tidak mau mendekam di penjara. Setahun setelahnya, pada 2019, Presiden FIFA, Gianni Infantino, langsung turun tangan menyurati pemerintah Iran agar mau melonggarkan aturan yang sudah diterapkan sejak 1979 tersebut.

(Djanti Virantika)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement