Share

Lewat Roman Abramovich, Perdamaian Rusia-Ukraina Dinilai Bisa Terjembatani

Tino Satrio, Jurnalis · Kamis 24 Maret 2022 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 24 51 2567066 lewat-roman-abramovich-perdamaian-rusia-ukraina-dinilai-bisa-terjembatani-r32VutnWQ9.jpg Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, ikut terkena sanksi karena konflik Rusia-Ukraina. (Foto: Reuters)

PEMILIK Chelsea, Roman Abramovich, dinilai bisa menjembatani perdamainan Rusia-Ukraina yang saat ini sedang terlibat konflik hebat. Maka dari itu, pihak Ukraina meminta kepada Amerika Serikat (AS), Joe Biden, agar tak menjatuhi hukuman kepada Abramovich.

Menurut Wall Street Journal, yang dikutip dari DailyMail UK, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sudah meminta kepada Joe Biden agar menunda niat menjatuhi hukuman kepada Abramovich. Mengingat sebelumnya, Departemen Keuangan AS, memang sudah bersap memberi sanksi pada awal Maret lalu.

Roman Abramovich

BACA JUGA: Usai Lepas Chelsea, Roman Abramovich Beli Klub Turki Ini?

Mendengar kabar tersebut, Zelensky langsung berdialog dengan Biden via telefon untuk meminta agar sanksi itu ditunda. Zelensky yakin betul Abramovich memiliki power yang kuat untuk menghentikan invasi Rusia terhadap Ukraina.

BACA JUGA: Bukan Mohamed Salah, Ini Dia Pemain Tercepat di Liga Inggris 2021-2022

Namun, kabar rincinya enggan dibeberkan oleh juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC), Emily Horne di Gedung Putih.

"Kami tidak akan membacakan percakapan pribadi antara Presiden Biden dan Presiden Zelensky," kata Emily dikutip dari DailyMail UK, Kamis (24/3/2022).

Melansir dari Forbes, Abramovich memang benar sedang terlibat untuk menyudahi invasi negaranya terhadap Ukraina. Bahkan, seorang pengusaha kaya raya berusia 55 tahun itu menjadi satu-satunya oligarki Rusia yang mau menjembatani konflik tersebut.

Roman Abramovich

"Dia (Abramovich) adalah satu-satunya oligarki yang diketahui bertindak sebagai mediator antara Rusia dan Ukraina," tulis Forbes.

Sekadar informasi, Abramovich sejatinya sudah dijatuhi sanksi oleh Pemerintah Inggris. Kedekatannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menjadi penyebabnya. Seluruh asetnya di Inggris dibekukan, termasuk Chelsea.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini