Share

Polri Bakal Panggil Madura United, Terkait Dana Sponsorship dari Modus Penipuan Robot Trading

Muhammad Farhan, Jurnalis · Senin 21 Maret 2022 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 49 2565327 polri-bakal-panggil-madura-united-terkait-dana-sponsorship-dari-modus-penipuan-robot-trading-vlxMxcrOSf.jpg Para pemain Madura United. (Foto: Instagram/@maduraunited)

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri akan memanggil pihak klub sepakbola Indonesia, Madura United. Pemanggilan ini dilakukan terkait peran salah satu tersangka penipuan modus robot trading Viral Blast. Tersangka yang diketahui bernama Zainal Hudha Purnama merupakan Manajer Madura United.

Dittipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan, menjelaskan adanya dugaan keterlibatan Madura United yang menerima dana sponsorship dari PT Trust Global Karya (Viral Blast). Dia menegaskan pemanggilan ini ditujukan agar melacak aliran dana haram robot trading tersebut ke sejumlah klub sepakbola lainnya di Indonesia.

Klub Sepakbola Madura United

BACA JUGA: Lawan Madura United, Bali United Rela Banting Tulang demi Tiga Poin

"Seperti diketahui bahwa tersangka Zainal Hudha Purnama juga melakukan kerja sama sponsorship kepada beberapa klub sepakbola lainnya yang rencananya juga akan dilakukan pemeriksaan tentang aliran dana dari PT Trust Global Karya (Viral Blast)," tutur Brigjen Whisnu kepada wartawan, Senin (21/3/2022).

BACA JUGA: 5 Pesepak Bola Indonesia yang Mempunyai Temperamen Tinggi, Nomor 1 Pernah Ngamuk di Hadapan Pelatih

Brigjen Whisnu menyampaikan, sejumlah klub sepakbola diduga menerima harta kekayaan hasil kejahatan penipuan robot trading Viral Blast. Oleh karena itu, Whisnu mengungkapkan hasil harta kekayaan dari robot trading yang bersumber dari para tersangka tersebut akan dilacak dan disita.

"Karena dalam kejahatan robot trading Viral Blast ini selain dijerat dengan kejahatan penipuan dan kejahatan perdagangan terhadap mereka juga dikenakan dengan kejahatan pencucian uang," ujarnya menambahkan.

Diketahui, polisi telah menangkap sejumlah tersangka penipuan robot trading Viral Blast. Mereka adalah Minggus Umboh, Zainal Hudha Purnama, dan Putra Wibowo yang merupakan pendiri Viral Blast.

Modus penipuan robot trading Viral Blast dilakukan para tersangka tersebut melalui PT Trust Global Karya dengan memasarkan e-book dengan nama VIRAL BLAST kepada para member untuk melakukan trading di bursa komoditi yang ternyata fiktif.

"Berdasarkan laporan, terdapat sekira 12.000 member trading yang terkena penipuan mencapai Rp1,2 triliun," pungkas Brigjen Whisnu Hermawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini