Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Pemain Kaya Raya yang Jatuh Miskin Akibat Ulah Sendiri, Nomor 1 Legenda Tersohor Argentina

Hakiki Tertiari , Jurnalis-Kamis, 03 Maret 2022 |08:53 WIB
5 Pemain Kaya Raya yang Jatuh Miskin Akibat Ulah Sendiri, Nomor 1 Legenda Tersohor Argentina
5 pemain kaya raya yang jatuh miskin akibat ulah sendiri (Foto: Reuters)
A
A
A

SEBANYAK 5 pemain kaya raya yang jatuh miskin akibat ulah sendiri menarik untuk diulas. Ya, sebagaimana diketahui, pemain sepakbola top dunia kerap mendapat gaji berlimpah ketika masih aktif bermain, karena kemampuannya.

Namun, tidak sedikit pesepakbola top dunia itu lupa akan masa jayanya yang tidak abadi. Usia makin bertambah, serta kemampuan yang mulai berkurang, membuat pesepakbola top dunia itu tidak mendapat kerpecayaan membela sebuah klub.

Ketika itu terjadi, pendapatan mereka pun mulai menurun. Bahkan, tak sedikit yang jatuh miskin, karena ulahnya sendiri ketika masih mendapat gaji menggiurkan, sampai lupa menabung untuk di masa tua.

Lantas, siapa saja pesepakbola yang jatuh miskin karena ulahnya sendiri? Berikut 5 pemain kaya raya yang jatuh miskin itu.

5. Celestine Babayaro

Celestine Babayaro

Celestine Babayaro adalah sosok populer generasi 90-an. Pemain keturunan Nigeria itu mempunyai berkarier yang cukup hebat. Ia banyak mentas di klub-klub Eropa. Di antaranya, Anderlecht, Chelsea, Newcastle United dan LA Galaxy.

Pemain berposisi bek kiri itu pernah mendapat bayaran 25 ribu euro (Rp 399 juta) per minggu di puncak kariernya. Namun, pada 2011, dia terlibat kasus hingga dibawa ke pengadilan oleh para kreditur akibat meminjam sejumlah uang besar.

4. David James

David James

David James dikenal sebagai salah satu legenda Liga Inggris. Dia pernah mencetak rekor tidak kebobolan di Liga Inggris sebanyak 169 kali, sampai akhirnya itu dipecahkan oleh Petr Cech.

Namanya begitu melesat. Bahkan David James sempat bermain untuk klub besar di Inggris. Di antaranya, Liverpool, West Ham United, Aston Villa dan Manchester City.

Mantan penjaga gawang nomor satu Inggris itu sempat mendapatkan upah sebesar 20 juta euro atau sekira Rp 319 miliar. Namun, David James dinyatakan bangkrut pada 2014.

Ia harus menyelsaikan perceraian pada 2005. Saat itulah ia mulai di luar kendali, sampai diminta menjual aset olahraga oleh pengadilan.

Sebuah sepeda retro Raleigh Chopper, jersey yang ia kenakan saat Inggris menang 1-0 atas Argentina di Piala Dunia 2002 dan jersey Liverpool 1995-1996, termasuk barang-barang yang ia jual.

3. Paul Gascoigne

Paul Gascoigne

Paul Gascoigne merupakan pahlawan Timnas Inggris era 90-an. Ia masuk bagian Timnas Inggris, yang mencapai semifinal Piala Dunia 1990 dan Piala Eropa 1996.

Gascoigne bermain untuk Newcastle United, Tottenham Hotspur dan Lazio di masa jayanya. Dirinya sempat berjuang lantaran depresi dan masalah emosional menjelang akhir kariernya.

Ia juga sempat ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk, serta memiliki obat-obatan keras. Dia terlibat dalam banyak insiden. Seperti melecehkan mantan pacarnya, menghina pengawal berkulit hitam, bahkan ditangkap karena penyerangan seksual pada 2018.

Gascoigne terlilit utang sebesar 200 ribu euro (Rp3,19 mliar). Pada 2016, ia kembali ditagih utang senilai 42 ribu euro (Rp 670 miliar) terkait pajak yang belum dibayar.

2. Ronaldinho

Ronaldinho

Di urutan kedua, ada Ronaldinho, yang merupakan salah satu pemain terbaik di dunia tahun 2000-an. Peraih Ballon dOr pada 2005 itu selalu dikenang karena selalu bermain dengan senyum di wajahnya.

Dia adalah salah satu pemain menghibur di lapangan berkat kemampuannya. Namun, ia memilki gaya hidup buruk di luar lapangan.

Akibatnya ia terlilit utang 2,1 juta euro (Rp 33,6 miliar) pada saat itu. Ronaldinho sampai menggadaikan propertinya untuk melunasi hutang tetapi tidak membuahkan hasil.

1. Diego Maradona

Diego Maradona

Diego Maradona ada di urutan pertama. Pada 1991, legenda tersohor Argentina ini terlibat penyalahgunaan obat, yang menyebabkan ia denda oleh klubnya saat itu, Napoli.

Kemudian, pada 2009, Diego Maradona dinyatakan bangkrut. Sebab, Otoritas Pajak Italia menuntutnya membayar 50 juta euro (Rp 808 miliar) terkait pajak, yang belum dibayar sejak ia merumput di Napoli.

Namun, kondisinya membaik. Ia memperoleh 2,7 juta USD (Rp 31 miliar) dari klub yang ia kelola di Uni Emirat Arab, yaitu Al-Wasl FC pada musim 2011-2012. Hanya saja, kecanduan alkohol yang berlanjut mengakibatkan ia meninggal, setelah menderita serangan jantung pada November 2020.

(Hakiki Tertiari )

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement