ANGGOTA parlemen Partai Buruh Inggirs, Christ Bryant melontarkan pernyataan keras terhadap kepemilikan saham mayoritas Roman Abramovich di Chelsea. Ia menilai pria berkebangsaan Rusia itu tidak seharusnya diizinkan memiliki klub Liga Inggris.
Invasi militer Rusia terhadap Ukraina kini telah menuai kecaman dari berbagai bidang, termasuk sepakbola. Hal tersebut memicu polemik pemilik klub Chelsea, Roman Abramovich, yang disebut sudah seharusnya tidak diizinkan memiliki klub asal London itu.

Roman Abramovich diketahui memiliki hubungan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Menurut isu yang beredar, pria 55 tahun diperintahkan untuk mengakuisis Chelsea pada tahun 2003. Namun, Roman Abramovich telah membantah tudingan tersebut.
Sebelumnya, Chris Bryant mengaku telah melihat sebuah dokumen yang menyebut Roman Abramovich merupakan salah satu aset Rusia untuk menggelapkan uang pada 2019 lalu.
Chris Bryant mengatakan pemerintah Inggris tidak menuntaskan masalah itu dengan maksimal. Bahkan, ia menegaskan bahwa Roman Abramovich, seharusnya tidak diizinkan menjadi pemilik klub Liga Inggris.
“Itu hampir tiga tahun yang lalu, namun tak banyak dilakukan pemerintah Inggris terhadap kasus itu,” ungkap Chris Bryant dilansir dari Sportsbible, Kamis (24/2/2022).
“Dengan adanya penyerangan Rusia itu, Roman Abramovich tidak boleh lagi memiliki klub sepakbola di negara ini,” sambung Chris Bryant.