2. Stamina Lemah

Para pemain muda Timnas Indonesia memilih gaya menyerang yang kaya akan kecepatan. Namun, itulah alasan mengapa skuad Garuda kerap kelelahan di seperempat akhir laga.
Contohnya pada pertandingan melawan Kamboja di 20 menit terakhir. Skuad Garuda membiarkan Kamboja terus menekan lapangan dan menciptakan banyak kemelut di depan gawang Timnas Indonesia.
Hal ini dapat dimanfaatkan Vietnam untuk mempercepat permainan di akhir pertandingan ketika kekuatan fisik pemain Timnas Indonesia tidak lagi mampu untuk mencetak gol. Beragamnya serangan Vietnam dapat membuat perbedaan dan berpotensi membingungkan Timnas Indonesia.
1. Pengalaman Tampil

(Ramai Rumakiek menjalani debut di Piala AFF 2020)
Shin Tae-yong membawa sembilan nama di bawah usia 21 tahun di Piala AFF 2020 ini. Positifnya, jiwa muda akan menciptakan semangat berapi-api di dalam skuad. Namun, mereka masih belum berpengalaman.
Media Vietnam mengatakan mereka sering mengalami penurunan mental jika kebobolan gol dan tidak tahan terhadap tekanan. Pelatih Vietnam Park Hang-seo bisa saja mengembangkan gaya bermain aktif, memaksakan permainan, sehingga memengaruhi mental lawan. Dengan minimnya pengalaman, para pemain muda akan mudah melakukan kesalahan.
Sebelumnya, legenda Malaysia Safee Sali juga mengatakan hal yang sama. Ia menilai pengalaman pemain yang masih minim jadi kendala bagi Timnas Indonesia untuk berprestasi.
(Ramdani Bur)