MANCHESTER - Manchester United kalah 0-2 dari Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris 2021-2022. Meski begitu, legenda Man United, Gary Neville, yakin posisi Ole Gunnar Solskjaer sebagai juru taktik masih aman.
Tanding di Old Trafford, Sabtu (6/11/2021), malam WIB, Man United tidak bisa berbuat banyak di hadapan rival sekota mereka. The Citizens -julukan Man City- berhasil menang berkat gol bunuh diri Eric Bailly (7') serta aksi Bernardo Silva (45').

Melihat mantan klubnya kembali menelan kekalahan, Neville mengatakan Solskjaer menerima banyak tekanan. Akan tetapi, dia tahu pihak klub tidak memiliki keberanian untuk memecatnya.
"Ole (Solskjaer) berada di bawah tekanan besar dan mereka tidak memiliki keberanian," kata Neville, dilansir dari Tribal Football, Minggu (7/11/2021).
BACA JUGA: Cristiano Ronaldo Melempem, Lionel Messi Bobol Gawang Manchester City
“Hingga akhir musim lalu, ada perkembangan dan finis di atas Liverpool. Mereka akan tetap memilih Ole karena klub belum merencanakan ini," ucapnya.
Namun, ada beberapa penggemar berpikir untuk menggantikan Solskjaer dengan Antonio Conte. Akan tetapi, Neville menjelaskan, bahwa Man United tidak pernah memikirkan Conte akan menjadi pelatih.
“Beberapa penggemar United berpikir, bahwa klub seharusnya bertindak dua minggu lalu karena Conte tersedia (sekarang, sudah melatih Tottenham Hotspur). Mereka tidak akan pernah menunjuk Conte, itu tidak akan pernah terjadi, mereka tidak akan pernah mempertimbangkannya," ucapnya.
Neville mengatakan pihak klub akan melihat situasi hingga musim ini berakhir. Tetapi, jika sesuatu lebih buruk terjadi setelah jeda internasional, pemecatan Solskjaer mungkin jadi kenyataaan.
“Mereka tidak siap untuk momen ini karena mereka berada di belakang Ole dan staf. Saya tidak berpikir ada kemungkinan mereka akan membuat keputusan selama musim ini, kecuali menjadi sangat buruk, tetapi sampai ke tahap di mana itu sangat buruk," ucapnya.
"Setelah jeda (Man United akan bermain) Watford, Villarreal dan Chelsea, semuanya tandang. Itu bisa menjadi buruk," pungkasnya.
(Andika Pratama)