Share

Soal Dugaan Pengaturan Skor, Ketua PSSI Minta Bantuan Polda Metro Jaya untuk Telusuri Sumber Suap

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 06 November 2021 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 06 49 2497749 soal-dugaan-pengaturan-skor-ketua-pssi-minta-bantuan-polda-metro-jaya-untuk-telusuri-sumber-suap-BBIRchh2po.jpg Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, kala melakukan konferensi pers. (Foto: MPI/Fitradian Dimas)

JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, meminta pihak kepolisian untuk meneruskan penyelidikan mengenai dugaan pengaturan skor. Pasalnya, ada beberapa hal yang tak bisa dilakukan oleh pihak PSSI dalam menelusuri kasus ini.

Sebagaimana diketahui, tak kurang dari lima pemain Perserang Serang dijatuhi hukuman setelah mencoba melakukan tindakan menerima suap dari orang tidak dikenal. Komite Disiplin (Komdis) PSSI menilai aksi tersebut sangat tidak terpuji.

Ketum PSSI dalam konferensi pers

BACA JUGA: Minta Maaf ke PSSI, Elkan Baggott Siap Bela Timnas Indonesia

Walau demikian, pihak PSSI mengaku masih kesulitan untuk mencari sosok yang tak dikenali ini. Apalagi, Komdis PSSI menilai belum ada bukti keterlibatan pihak lainnya dalam kasus ini. Selebihnya, pihaknya akan kembali mendalami kasus ini bersamaan dengan pihak kepolisian.

BACA JUGA: Ketum PSSI Konfirmasi Elkan Baggott Tak Mau Bela Timnas Indonesia

Oleh sebab itu, Iriawan atau yang kerap dipanggil Iwan Bule itu meminta bantuan Polda Metro Jaya untuk membantu penyelidikan. Dengan begitu, penelusuran pengaturan skor dapat berjalan lebih lancar

“Komdis memutus saat itu juga direkomendasikan untuk penanganan berikutnya, yang diduga ada dugaan suap untuk diserahkan kepada pihak Kepolisian. Kami sudah kirimkan suratnya ke Polda Metro Jaya,” kata Iwan Bule kepada media di Kantor PSSI, Jakarta, Sabtu (6/11/2021).

“Permohonan pihak PSSI kepada kepolisian, untuk menindaklanjuti dugaan adanya suap. Kita tidak bisa membuktikan. Nanti pihak kepolisian yang bisa menelusuri adanya suap ini. Tentunya kami berharap pihak Polda Metro Jaya bisa menindaklanjuti,” ujarnya.

“Dari awal, rekomendasi sudah diberikan oleh Komdis, bahwa ini kelanjutannya diberikan ke kepolisian untuk membuktikan dugaan suap tersebut. Karena terdapat pemeriksaan sidang Komdis, yang dihubungi oleh beberapa orang menggunakan private number. Kita tidak ada kemampuan untuk ke sana,” tutur Iwan Bule.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini