Share

5 Kekalahan Paling Telak Para Pelatih Top Sepak Bola, Nomor 1 Diledek Fans Rival

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 02 November 2021 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 51 2495618 5-kekalahan-paling-telak-para-pelatih-top-sepak-bola-nomor-1-diledek-fans-rival-0lV6cVvnHn.jpg Lima kekalahan paling telak pelatih top sepak bola, salah satunya Ole Gunnar Solskjaer. (Foto/Reuters)

LIMA kekalahan paling telak para pelatih top sepak bola akan dibahas dalam artikel ini. Para juruk taktik yang masuk dalam list, merupakan nama-nama besar yang menangani klub-klub dengan sejarah hebat.

Meski menyandang nama besar, bukan tak mungkin klub yang ditangani pelatih top tak bisa dikalahkan. Bahkan beberapa di antaranya menelan pil pahit dengan mendapatkan kekalahan telak dari lawannya.

Berikut lima pelatih top yang menerima kekalahan telak:

5. Jurgen Klopp (Liverpool kalah 0-5 dari Man City)

Jurgen Klopp merupakan pelatih yang menekankan filosofi menekan dan melakukan serangan hampir secara bersamaan. Dengan pendekatan seperti itu, tim yang melawan Liverpool asuhan pelatih asal Jerman itu sulit mencetak gol.

Foto/Reuters

(Jurgen Klopp)

Namun, bukan berarti The Reds tak mungkin untuk dikalahkan. Dalam beberapa kesempatan, Liverpool harus tunduk dari lawannya. Hanya saja margin gol yang didapat tidak terlalu jauh.

Baca juga: 5 Kesalahan Besar Chelsea dalam Transfer Pemain, Nomor 2 Jadi Andalan Klub Rival

Akan tetapi, Liverpool pernah kalah telak saat melawan Manchester City pada lanjutan Liga Inggris 2017-2018 di Stadion Etihad. Pasukan Klopp saat itu tak mampu menahan gempuran pasukan Pep Guardiola. Hasilnya Liverpool kalah telah lima gol tanpa balas. Gol City dicetak (Sergio Aguero (24'), Gabriel Jesus (45', 53'), dan Leroy Sane (77', 90').

4. Jose Mourinho (Bodo/Glimt vs AS Roma 1-6)

Pelatih asal Portugal ini adalah tipe juru taktik yang pragmatis saat menghadapi lawan-lawannya. Kadang, Mourinho memainkan sepakbola menyerang, namun ada kalanya dia menerapkan strategi bertahan yang sangat ketat. Bahkan julukan parkir bus lahir dari skema permainan Jose Mourinho.

Foto/Reuters

(Jose Mourinho)

Atas dasar itu, tim lawan biasanya akan sulit menang besar atas tim Mourinho. Namun, secara tidak disangka, AS Roma yang dilatih Mourihno menerima pembantaian dari klub Norwegia, Bodo/Glimt pada ajang Liga Konferensi Eropa.

Bermain di kandang lawan, AS Roma dihancur leburkan Bodo/Glimt. Skornya pun tak tanggung-tanggung. I Lupi takluk dengan skor akhir 6-1.

3. Josep Guardiola (Bayern Munich kalah 0-4 dari Real Madrid)

Pelatih yang satu ini mampu merevolusi taktik di abad 20. Meski permainan tim yang diasuhnya adaptasi dari pelatih-pelatih sebelumnya, namun inovasi Josep Guardiola dalam pendekatan taktik membuat lawan-lawannya memilih bermain bertahan.

Foto/Reuters

(Josep Guardiola)

Guardiola membawa timnya dalam penguasaan bola total. Sehingga rival-rivalnya akan kesulitan mencetak gol. Hanya saja ada sejumlah tim yang mampu mengalahkan pasukan Guardiola.

Salah satunya adalah Real Madrid. Bayern Munich asuhan Guardiola kala itu bertemu dengan Los Blancos pada ajang Liga Champions 2013-2014. Meski mendominasi permainan, Die Roten dihantam Madrid dengan skor 4-0.

2. Thomas Tuchel (Chelsea 2-5 WBA)

Thomas Tuchel membawa perubahan bagi Chelsea sepeninggal Franck Lampard. Salah satu yang paling terlihat adalah lini bertahan The Blues yang lebih tertata rapi, sehingga sulit ditembus lawan.

Foto/Reuters

(Thomas Tuchel)

Namun, pelatih asal Jerman tersebut pernah mendapat malu saat dikalahkan tim yang di atas kertas di bawah Chelsea. Momen terjadi pada lanjutan Liga Inggris 2020-2021 saat melawan West Bromwich Albion (WBA).

Padahal sebelum pertandingan, Chelsea sedang mengalami peningkatan. Mereka tak terkalahkan dalam 14 pertandingan di semua kompetisi. WBA kemudian datang ke ke rumah mereka, Stamford Bridge, untuk mengalahkan The Blues dengan skor 2-5.

1. Ole Gunnar Solskjaer (Manchester United 0-5 Liverpool)

Solskjaer dianggap sejumlah pihak membawa perubahan yang berbeda dari pelatih-pelatih Setan Merah sebelumnya, seperti Louis Van Gaal, David Moyes, hingga Jose Mourinho. Juru taktik asal Norwegia tersebut dinilai berhasil membalikkan trek Setan Merah ke karakter asli klub.

Permainan Man United di bawah asuhan Solskjaer kerap mengandalkan kecepatan saat melakukan serangan balik. Namun, beberapa kali, Setan Merah juga membangun serangan dari bawah. Hasilnya, Man United pernah beberapa kali menghacurkan lawannya dengan skor besar.

Foto/Reuters

(Ole Gunnar Solskjaer)

Akan tetapi, Solskjaer harus menerima kenyataan bahwa timnya juga pernah dihantam keras oleh rival utamanya di Liga Inggris, Liverpool. Man United benar-benar dipermalukan The Reds asuhan Jurgen Klopp dengan skor 5-0 di Old Trafford pada lanjutan Liga Inggris 2021-2022.

Yang lebih memalukan adalah nama Solskjaer diejek-ejek pendukung Liverpool. Mereka meminta manajemen Man United tetap mempertahankan Solskjaer sebagai pelatih Setan Merah. Padahal, sejumlah pendukung Man United telah berulang kali meminta Solskjaer untuk dipecat karena performa Man United yang tidak stabil.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini