Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Pesepakbola Bintang yang Alami Penurunan Performa Secara Mendadak, Nomor 2 Mantan Andalan AC Milan

Djanti Virantika , Jurnalis-Senin, 04 Oktober 2021 |19:55 WIB
5 Pesepakbola Bintang yang Alami Penurunan Performa Secara Mendadak, Nomor 2 Mantan Andalan AC Milan
Mario Balotelli bersama Giorgio Chiellini. (Foto: Reuters)
A
A
A

KIPRAH sejumlah pesepakbola bintang dunia tak melulu baik. Mereka kerap mengalami naik turun, bahkan ada juga yang tiba-tiba mengalami penurunan performa secara mendadak hingga kariernya terancam.

Ya, penampilan pesepakbola bintang dunia memang selalu mendapat sorotan lebih kala beraksi di lapangan, ketimbang pemain lainnya. Tak ayal, penurunan kinerja mereka, meski hanya sedikit, akan sangat kentara dan akhirnya ramai dibicarakan publik.

BACA JUGA: 5 Pesepakbola yang Sudah Tajir Melintir Sejak Lahir, Nomor 1 Eks Rekan Setim Lionel Messi

Beberapa pesepakbola bintang bahkan mengalami penurunan performa drastis. Hal ini terjadi secara mendadak, di tengah kariernya yang tengah gemilang. Siapa saja yang mengalami hal tersebut? Sebagaimana diwartakan Sport Amaze, berikut lima pesepakbola bintang yang alami penurunan performa secara mendadak.

BACA JUGA: 10 Rekor Liga Champions yang Dipegang Cristiano Ronaldo, Nomor 1 Fenomenal

5. Samir Nasri

Di urutan kelima, ada nama Samir Nasri. Sosok mantan pemain Manchester City ini diketahui punya bakat gemilang di dunia sepakbola hingga sosoknya sempat disebut sebagai The Next Zinedine Zidane.

Samir Nasri

NASRI memulai karier profesionalnya di Marseille. Karena kecemerlangannya di Ligue 1, dia mendapat kontrak dengan klub Liga Inggris, Arsenal. Dia segera membuat namanya mentereng. Dia memenangkan PFA Fans Player of the Year sebanyak tiga kali dan juga berhasil masuk ke PFA Team of the Year.

Pada 2011, Nasri akhirnya bergabung dengan Manchester City. Di tahun pertamanya untuk Manchester City, dia meraih trofi Liga Inggris. Dia menikmati karier gemilang hingga musim 2013-2014. Dia menandatangani kontrak baru pada 2014, tetapi hanya setahun kemudian, dia mengalami cedera pada tendon.

Nasri tidak pernah menjadi pemain yang sama lagi. Dia dipinjamkan ke Sevilla dan kemudian dijual ke Antalyaspor. Nasri kembali ke Liga Inggris berkat West Ham United, tetapi hampir tidak mendapat peluang. Kini, dia baru saja mengumumkan pensiun dari dunia sepakbola.

4. Micah Richards

Berikutnya, ada nama Micah Richards. Dia punya bakat yang begitu gemilang di dunia sepakbola sehingga namanya kerap jadi pilihan utama oleh setiap pelatih yang menanganinya.

Micah Richards

Richards melakukan debutnya untuk Manchester City pada usia 17 tahun. Dia memulai debutnya sejak musim pertama dan bahkan dinominasikan sebagai Pemain Muda Terbaik PFA untuk kecemerlangannya pada musim 2006-2007.

Tetapi, dia gagal menyabet penghargaan itu karena kalah dari pemain rival sekotanya yakni Manchester United. Pemain yang memenangkan penghargaan itu adalah Cristiano Ronaldo.

Meski sempat tampil gemilang, Micah Richards perlahan-lahan mengalami penuruan soal kinerja. Kariernya menurun dan dia segera mendapati dirinya terpaku di bangku cadangan.

Untuk menghidupkan kembali kariernya, Richards bergabung dengan Aston Villa. Tetapi, cedera lutut yang tidak menguntungkan membuat peluang untuk kembali sama sekali tidak ada.

3. Radamel Falcao

Radamel Falcao juga masuk daftar ini. Karier Falcao sangat berbeda dengan Micah Richards. Sementara Richards adalah fitur reguler untuk tim muda Inggris, tetapi tidak pernah bisa menjadi besar di tingkat senior. Di sisi lain, Radamel Falcao telah memainkan 89 pertandingan untuk negaranya dan telah mencetak 34 gol.

Radamel Falcao

Nama El Tigre -julukan Radamel Falcao- ikut masuk daftar ini karena kinerjanya yang sudah tak secemerlang dahulu kala. Kinerja luar biasanya turut diperlihatkan kala membela Atletico Madrid.

Falcao sukses di Spanyol dan juga saat pindah ke Prancis. Falcao mencetak 13 gol dalam 22 pertandingan untuk AS Monaco ketika Manchester United mengontraknya dengan status pinjaman. Saat itulah wujudnya berubah.

Menghasilkan 285 ribu poundsterling per minggu, Falcao hanya mencetak 4 gol dalam 29 pertandingan. Meskipun gagal membuktikan dirinya di Inggris, Chelsea memutuskan untuk mengontraknya dengan status pinjaman dari AS Monaco.

Waktunya di London bahkan lebih buruk. Falcao hanya mencetak satu gol dalam 12 pertandingan. Meskipun dia agak menebus dirinya sendiri saat kembali ke AS Monaco, ceritanya tetap menjadi kisah yang tak terlalu manis di sepakbola.

2. Mario Balotelli

Kedua, ada Mario Balotelli. Pada 2012, ada superstar lain di dunia sepakbola bernama Mario Balotelli. Dia menikmati bentuk hidupnya yang luar biasa karena berhasil mencetak 17 gol di musim tersebut untuk membantu Manchester City asuhan Roberto Mancini mengangkat trofi Liga Inggris.

Mario Balotelli

Balotelli juga membantu Italia mencapai final Piala Eropa 2012. Tetapi perlahan kinerjanya menurun. Pada Piala Eropa 2020, namanya tidak pernah diperhitungkan untuk bisa masuk ke skuad Timnas Italia.

Ya, pemain yang terkenal dengan aksinya yang kerap sensasional saat berada di lapangan itu benar-benar berada dalam kondisi yang tak baik saat ini. Setelah dua musim yang bagus bersama Man City, wujudnya perlahan mulai berubah.

Balotelli berusaha menghidupkan kembali kariernya di AC Milan dan pindah ke Liverpool. Namun sekali lagi, dia gagal berkembang pesat dan hanya mencetak 4 gol dalam 28 pertandingan.

Di klub lamanya, OGC Nice, dia memiliki masalah karena sikapnya yang tak disiplin. Dia menerima kritik habis-habisan dari sang pelatih kala itu.

1. Jack Wilshere

Terakhir, ada nama Jack Wilshere. Sama seperti Micah Richards, Jack Wilshere pernah dianggap sebagai pemain besar di Inggris. Wilshere bahkan tidak hanya sekadar dinominasikan untuk penghargaan PFA Young Player of the Year, dia berhasil memenangkannya pada musim 2010-2011.

Jack Wilshere

Wilshere melakukan debutnya pada usia 16 tahun. Masalahnya dimulai setelah dia memenangkan penghargaan bergengsi. Penampilannya terlihat tidak pernah mengalami perkembangan.

Sejak musim 2011-2012, Wilshere menjalani operasi yang tak terhitung banyaknya. Meskipun dia masih menjadi pemain yang sangat efektif hingga musim 2014-2015, segalanya menjadi benar-benar di luar kendali setelah dirinya kerap mondar-mandir naik meja operasi.

Dari musim berikutnya dan seterusnya, hal besar yang dinanti tak pernah tiba. Alhasil, dia hanyalah penghangat bangku cadangan. Wilshere sekarang bermain untuk West Ham United tetapi hanya membuat 11 penampilan dalam hampir dua musim, karena cedera.

(Djanti Virantika)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement