5 Pesepakbola yang Lebih Hebat ketimbang sang Ayah, Nomor 1 Juara Piala Dunia

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 51 2478370 5-pesepakbola-yang-lebih-hebat-ketimbang-sang-ayah-nomor-1-juara-piala-dunia-qDTzuCjJgy.jpg Paolo Maldini (kiri) bersama istrinya, Adrianna Fossa (tengah) dan sang ayah, Cesare Maldini. (Foto: Sportskeeda)

BANYAK pesepakbola terkenal yang berhasil berkat usaha dan jerih payah yang sudah mereka lakukan sejak kecil. Seperti halnya Cristiano Ronaldo yang memperlihatkan bukti nyatanya bahwa dengan hasil keras dan pantang menyerah, ia bisa menjadi pesepakbola yang sukses.

Kendati begitu, ada jalur lain yang bisa membuat seseorang bisa langsung terkenal ketika baru memulai kariernya di dunia sepakbola. Sosok yang dimaksud adalah anak dari seorang pesepakbola yang dulunya adalah pemain terkenal.

Banyak sekali pesepakbola yang menurunkan bakat ke anaknya dan otomatis membuat buah hatinya itu terjun juga ke dunia sepakbola. Namun, tak semua anak mereka bisa sesukses ayahnya.

Ada juga yang justru kehebatan sang anak mampu melampaui prestasinya ayahnya ketika masih berstatus pesepakbola. Lantas siapa saja pesepakbola yang lebih berprestasi ketimbang ayahnya?

Berikut Lima Pesepakbola yang Lebih Hebat ketimbang sang Ayah, Mengutip dari Sportskeeda:

5. Gonzalo Higuain dan Jorge Higuain

Gonzalo Higuain

Gonzalo Higuain adalah salah satu striker veteran yang memiliki banyak sekali pengalaman usai bermain di berbagai klub besar. Real Madrid, Juventus, Chelsea, AC Milan, dan Napoli adalah segilintir klub yang pernah dibela oleh pemain asal Argentina tersebut.

Untuk kariernya bersama Timnas Argentina, Higuain tercatat telah mencetak 31 gol dalam 75 pertandingan untuk negaranya dan telah mewakili negaranya di berbagai turnamen penting.

Meski kini usianya sudah berumur 34 tahun, Higuain masih terus aktif bermain dan kini membela tim yang bermain di Amerika Serikat, yakni Inter Miami CF. Kariernya Higuain mungkin sudah hampir berakhir, namun ia akan tetap dikenal sebagai striker yang tajam pada eranya.

Karier Higuain jelas lebih sukses ketimbang sang ayah, Jorge Higuain. Ayahnya adalah seorang fullback yang terkenal karena mencetak banyak gol meski berposisi sebagai pemain belakang.

Jorge pernah membela Boca Juniors, River Plate, dan bahkan untuk klub Ligue 1 Prancis Stade Brestois 29. Sayangnya Jorge tak memiliki kesempatan bermain di klub-klub besar seperti Higuain. Bahkan Jorge tak pernah dipanggil oleh Timnas Argentina.

4. Diego Forlan dan Pablo Forlan

Diego Forlan

Diego Forlan adalah salah satu striker tajam yang pernah dimiliki Timnas Uruguay. Kariernya di level klub pun cukup luar biasa. Ia pernah bermain di Manchester United. Walau di Setan Merah ia gagal, setidak Forlan telah memperlihatkan ke dunia kehebatannya.

Karier Forlan baru menanjak saat ia pindah ke Liga Spanyol dan bermain untuk Villarreal serta Atletico Madrid. Bersama Atletico, Forlan menemukan permainan terbaiknya sampai memenangkan penghargaan El Pichichi, pencetak gol terbanyak di Liga Spanyol.

Untuk di level timnas, Forlan tercatat memainkan 112 pertandingan bersama Uruguay. Jumlah caps tersebut membuatnya hanya kalah dari Maxi Pereria. Forlan mencetak 36 gol untuk Uruguay dan berkontribusi besar atas penampilan apik timnas tersebut di Piala Dunia 2010.

Forlan berhasil mengalahkan Thomas Muller, Wesley Sneijder, dan David Villa untuk memperebutkan Golden Ball, yang diberikan kepada pemain terbaik di turnamen tersebut, saat Uruguay finis di urutan ke-4 setelah kalah dari Belanda di semifinal.

Karier Forlan sungguh luar biasa bila dibandingkan ayahnya, Pablo Forlan. Ayahnya juga pesepakbola profesional, tetapi tidak seperti putranya, dia tidak pernah berkelana ke luar Amerika Selatan selama kariernya.

Pablo hanya pernah memenangkan 7 gelar Liga Uruguay bersama dengan gelar Copa Libertadores pada 1960-an, dan Copa America dengan Uruguay. Tercatat Pablo hanya membuat 17 caps untuk tim nasional.

3. Frank Lampard dan Frank Lampard Sr

Frank Lampard

Frank Lampard adalah legenda Chelsea, tak ada yang bisa memungkiri hal tersebut. Ia sudah membela Chelsea lebih dari 600 pertandingan dan merasakan berbagai gelar bersama The Blues, termasuk trofi Liga Champions.

Lampard adalah gelandang hebat dengan status top skor sepanjang masa Chelsea dengan total 273 gol. Sebagai seorang gelandang, tentu prestasi itu sangatlah luar biasa.

Jadi, tak heran jika Lampard disebut sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh klub asal London tersebut. Bahkan Lampard sempat dipercaya melatih Chelsea pada 2019 sampai 2021.

Lampard sendiri memulai karier di West Ham, klub yang juga pernah dibela ayahnya Lampard Senior (Sr). Untuk fans West Ham, mungkin mereka lebih menyukai Frank Lampard Sr ketimbang Lampard.

Pasalnya sang ayah memiliki lebih dari 600 penampilan bersama West Ham dan mungkin menjadi salah satu fullback kiri terbaik The Hammers pada kala itu. Sayangnya karier Frank Lampard Sr tak segemilang anaknya. Bahkan Frank Lampard Sr hanya dua kali dipanggil ke Timnas Inggris.

2. Paolo Maldini dan Cesare Maldini

Paolo Maldini

Paolo Maldini adalah salah satu legenda terbaik yang pernah dimiliki AC Milan, bahkan mungkin di dunia sepakbola. Ia terkenal bukan hanya kemampuannya sebagai pemimpin di lini belakang, tapi juga karena kesetiannya terhadap Milan yang hanya membela klub tersebut sampai pensiun.

Selama 25 tahun berkarier, mantan kapten Timnas Italia itu memenangkan 26 trofi, termasuk di antaranya lima gelar Liga Champions, yang saat ini hanya Cristiano Ronaldo, pemain yang bisa menyamai pencapaian trofi terbanyak si Kuping Besar tersebut.

Maldini sukses meneruskan warisan sang ayah, Cesare Maldini yang juga seorang legenda di Milan. Cesare adalah pemain yang hebat, tapi bila dibandingkan dengan Maldini, maka pria yang kini menjabat sebagai Direktur Teknis Milan itu jauh lebih luar biasa.

1. Geoff Hurst dan Charlie Hurst

Sir Geoff Hurst

Geoff Hurst adalah salah satu pesepakbola paling terkenal dalam sejarah sepakbola Inggris. Legenda West Ham itu mencetak lebih dari 300 gol sepanjang kariernya selama 17 tahun. Namun, satu hal yang akan diingat oleh penggemar sepakbola Inggris adalah hat-tricknya di final Piala Dunia 1966, yang membawa pulang Piala Dunia ke Inggris untuk pertama dan satu-satunya sampai sekarang ini.

Hurst memperlihatkan secara nyata dan menuliskan namanya ke dalam cerita rakyat sepakbola Inggris. Ia memberikan satu-satunya trofi besar (Piala Dunia) yang dimenangkan Inggris sejauh ini.

Setelah pensiun sebagai pemain, Hurst memasuki bidang manajerial, bahkan menangani Chelsea selama dua tahun, sebelum akhirnya pensiun dari segala bentuk olahraga dan kemudian menjadi salah satu dari sedikit pemain di dunia yang dianugerahi gelar bangsawan.

Ayahnya, yakni Charlie Hurst di sisi lain, juga seorang pesepakbola profesional, tetapi kariernya sangat terganggu oleh Perang Dunia Kedua. Akibatnya, dia tidak pernah bisa membuat penampilan profesional untuk negaranya.

Tidak seperti Geoff, Charlie adalah bek tengah yang tak terlalu gemilang saat tampil di beberapa klub Inggris, termasuk Bristol Rovers dan Oldham Athletic sebelum pada akhirnya menjadi pemain-manajer di Sudbury Town.

Charlie memimpin timnya ke final Piala Senior Suffolk dan meraih tempat ketiga di liga sebelum dirinya pensiun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini