Izinkan Liga 2 2021-2022 Digelar di Luar Jawa, Airlangga Hartarto: Kompetisi Penting untuk Asah Prestasi

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 49 2478187 izinkan-liga-2-2021-2022-digelar-di-luar-jawa-airlangga-hartarto-kompetisi-penting-untuk-asah-prestasi-WzQfznSVnR.jpg Menko Perekonomia Airlangga Hartarto bersama Menpora Zainudin Amali dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. (Foto/Kemenko Perekonomian)

JAKARTA – Menteri Koordinator Perekonomian, yang juga ketua penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di luar Pulau Jawa, Airlangga Hartarto, memberikan izin Liga 2 2021-2022 digelar di luar pulau Jawa. Ia mengatakan bahwa kompetisi penting untuk mengasah prestasi.

Kompetisi Liga 1 2021-2022 di masa pandemi Covid-19 ini telah mulai digulirkan sejak tanggal 27 Agustus lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sementara itu, kompetisi sepakbola Liga 2 tahun 2021 juga telah dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan di Stadion Manahan pada tanggal 26 September 2021. Persis Solo melawan AHHA Putra Sunan Giri (PSG) Pati menjadi laga pembuka.

Foto/Persis Solo

Untuk mendiskusikan penyelenggaraan Liga 2 di beberapa kota di luar Jawa-Bali yakni di Pekanbaru dan Palembang (PPKM Level 2), kemudian Balikpapan dan Palangkaraya (PPKM Level 3), selain juga dilaksanakan di beberapa kota Pulau Jawa, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bersama Ketua PSSI menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Airlangga Hartarto Izinkan Liga 2 2021-2022 Berlangsung di Luar Jawa, Ini Lokasinya

Sama seperti penyelenggaraan Liga 1, Kompetisi Liga 2 juga akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Persyaratan wajib bagi semua pemain, wasit, official, dan semua pihak yang terlibat dalam pertandingan harus sudah memperoleh vaksin 2 dosis serta sudah mendaftarkan diri di NAR dan aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Persis Solo Kalahkan AHHA PS Pati, Menpora Sebut Pembukaan Liga 2 2021-2022 Terapkan Prokes Ketat

Prokes yang ditetapkan yakni harus melakukan tes PCR sebelum berangkat ke kota venue pertandingan, kemudian dilakukan tes lagi saat tiba di hotel venue pertandingan, serta setiap sebelum pertandingan. Penerapan Prokes 3M juga akan dilakukan di setiap area kompetisi (termasuk hotel).

Pembuatan Pakta Integritas antara pemain, klub, dan pelaksana pertandingan juga dilakukan agar semua pihak disiplin menerapkan Prokes. Selain itu, dalam penyelenggaraan Liga 2 kali ini pertandingan dilaksanakan tanpa penonton seperti yang sudah diterapkan pada Liga 1.

Sementara itu, untuk di dalam area stadion saat pertandingan diatur maksimal hanya boleh 299 orang, yang terbagi dalam 4 zonasi, yaitu Zona 1 adalah area lapangan dan pinggir lapangan berjumlah 114 orang, Zona 2 adalah area ruang ganti berjumlah 7 orang, Zona 3 adalah area tribun yang berjumlah 115 orang, dan Zona 4 adalah area di luar stadion yang berjumlah 63 orang. Hal ini akan memudahkan praktik physical distancing dan mencegah kerumunan berlebihan.

“Ajang sepak bola adalah untuk prestasi, apalagi kita akan jadi tuan rumah Piala Dunia U20 di 2023 nanti. Kompetisi yang dijalankan itu penting untuk mengasah prestasi. Walaupun dari segi pemulihan ekonomi masih belum terlihat, karena seluruhnya diselenggarakan tanpa penonton,” jelas Menko Airlangga dalam rilis yang diterima Okezone.

Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Prokes yang dilaksanakan PSSI ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan kompetisi cabang olahraga yang lain. Dengan pertandingan yang ditayangkan di televisi maupun secara livestreaming dapat menjadi hiburan bagi masyarakat yang berada di rumah dalam masa pandemi ini.

Menpora Zainudin Amali mengatakan bahwa pihaknya akan menjalankan arahan dari Menko Perekonomian untuk selalu menjalankan prokes dengan sebaik-baiknya dalam setiap penyelenggaraan event olahraga di Indonesia.

Foto/Kemenko Ekonomi

“Dalam kompetisi pra-musim, Piala Menpora, Liga 1 dan 2, komitmen kami menjaga Prokes, karena kita harus punya tanggung jawab yang sama dalam menyukseskan upaya Pemerintah menangani Covid-19. Kemenpora juga selalu dimintai rekomendasi oleh Polri sebelum mereka mengeluarkan izin penyelenggaraan event olahraga,” ungkap Zainudin.

PSSI juga telah membentuk Satgas Covid-19 yang berisikan para ahli di bidang kedokteran dan penanganan Covid-19 yang akan bertugas di Kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Satgas ini

akan bersinergi dengan Dinas Kesehatan setempat, Satgas Covid Nasional/Daerah, serta didukung oleh Tim Compliance Officers Prokes LIB dalam operasional penerapan Prokes di pertandingan dari mulai alat dan fasilitas kesehatan, Swab/PCR Test dan Tracking, Tracing, dan Treatment (3T).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini