Masih Jadi Penghangat Bangku Cadangan, Van de Beek Diminta Bersabar

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 45 2465785 masih-jadi-penghangat-bangku-cadangan-van-de-beek-diminta-bersabar-t6I9fGOgNw.jpg Donny van De Beek masih jadi penghangat bangku cadangan di Man United (Foto: Premier League)

MANCHESTER - Donny van de Beek tengah melewati masa sulit dalam karier sepakbolanya. Hal itu bermulai saat ia memutuskan hengkang ke Manchester United pada akhir 2020 kemarin.

Setelah memutuskan pergi dari klub yang ia bela sejak remaja, Ajax Amsterdam, Van De Beek mencoba peruntungan baru dengan bergabung ke Man United untuk merasakan atmosfer persaingan di Liga Inggris.

Sayangnya, kenyataan yang terjadi sepertinya tak sesuai dengan harapan gelandang 24 tahun itu. Van de Beek kesulitan menembus skuad utama apalagi kala itu Man United juga baru mendatangkan Bruno Fernandes yang terbukti lebih moncer di lapangan tengah.

Baca juga: Legenda Manchester United Nilai Transfer Donny van de Beek Aneh, Mengecewakan dan Tidak Masuk Akal

Alhasil, Van de Beek pun hanya menjadi penghangat bangku cadangan, sampai sekarang. Ia jarang mendapatkan waktu bermain dari pelatih Ole Gunnar Solskjaer.

Menanggapi hal tersebut, agen Van de Beek, Guido Albers, yakin pemainnya itu masih akan berusaha untuk bisa mendapatkan waktu bermain bersama Setan Merah. Menurutnya Van de Beek harus bisa membuktikan diri lebih dari apa yang ia lakukan sebelumnya demi mewujudkan ambisi tersebut.

“Pelatih tidak akan pernah melakukan ini. Jadi tidak, dia tidak akan mendapatkan jaminan untuk tampil. Pelatih harus melakukan pekerjaan mereka dan pemain harus melakukan pekerjaan mereka dengan membuktikannya di lapangan," ujar Albers dilansir dari laman Goal International, Jumat (3/9/2021).

“Pada akhirnya, jika Anda mendapatkan kesempatan dan mendapatkan menit bermain, Anda dalam kondisi prima dan bermain bagus, Anda bertanggung jawab atas karier Anda sendiri. Dia tidak mencari jaminan. Dia bekerja keras setiap hari dan jika dia mendapat kesempatannya dia akan melakukannya," lanjutnya.

 

"Dia sabar. Dia orang baik. Masalahnya lingkungan tidak sabar lagi. Orang yang menulis tentang dia tidak tahu ceritanya, mereka semua menulis ceritanya sendiri," ujar Albers lagi.

“Pada akhirnya dia ingin bermain, tetapi dia harus menerima bahwa dia harus lebih sabar daripada yang dia inginkan," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini