BOCAH Afghanistan bernama Murtaza Ahmadi pernah mangguncang dunia sepakbola pada 2016 silam karena pertemuannya dengan Lionel Messi. Akan tetapi, bagaimana akbar Murtaza sekarang?
Sebagaimana diketahui, Murtaza adalah anak dari keluarga petani di wilayah Ghazni, Afghanistan, yang kurang mampu. Akan tetapi, Murtaza bisa terkenal karena aksinya memakai kantong plastik berwarna biru muda dan putih, seperti jersey Tim Nasional (Timnas) Argentina, bertuliskan nama Lionel Messi. Hal itu dilakukannya karena Murtaza adalah penggemar La Pulga.

Setelah viral, salah satu impian Murtaza, yaitu berjumpa Messi, pun terwujud. Dia menjadi maskot dalam pertandingan persahabatan antara Barcelona dan Al Ahli di Doha, Qatar, pada 13 Desember 2016.
Murtaza tampak sangat gembira pada saat itu. Murtaza bahkan tidak mau meninggalkan Messi meski wasit hendak memulai pertandingan. Kisah Murtaza dan Messi pun terus diingat oleh pencinta sepakbola hingga sekarang.
Namun, apakah kehidupan Murtaza membaik setelah berjumpa sang idola? Sayangnya, jawaban dari pertanyaan itu tidaklah menyenangkan.
BACA JUGA: Lionel Messi Berpotensi Main Lawan Brest, PSG Tetap Ogah Remehkan Lawan
Setelah pertemuan tersebut, banyak orang mengira keluarga Murtaza menerima banyak uang dari Messi. Hal itu diketahui dari pengakuan Ayah Murtaza, Arif.
"Ketika saya pertama kali melihat kotak-kotak (pemberian Messi) itu, saya pikir berisi mainan untuk Murtaza dan beberapa dolar lainnya. Akan tetapi, tidak, hanya bola dan jersey (Timnas Argentina yang ditandatangani Messi),” ucap Arif pada Bleacher Report, Jumat (20/8/2021).
“Orang-orang mulai bertanya kepada kami apakah Messi telah memberi kami uang. Ada orang yang berjalan di sekitar rumah kami pada malam hari. Saya sangat terganggu,” tuturnya.
"Kami berpikir, bahwa dengan pergi ke Doha untuk bertemu Messi, mungkin dia akan seperti Ronaldo. Kami pergi ke Qatar agar Messi bisa melakukan sesuatu untuknya, tapi sayangnya dia tidak melakukan apa pun untuk Murtaza,” ujar Arif.
Bahkan, keluarga Murtaza menerima surat yang berisikan ancaman penculikan. Hal ini diperburuk dengan serangan Taliban ke Ghazni pada 2018 silam. Hal itu membuat Arif mengajukan suaka ke beberapa negara, tetapi ditolak.

Berbagai hal tidak menyenangkan dialami keluarga Murtaza setelah perjumpaan dengan Messi. Pada akhirnya, keluarga Murtaza mengungsi ke rumah pamannya di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, demi keamanan. Meski begitu, Murtaza tetap mencintai Messi.
"Ada banyak ledakan di mana-mana, boom. Saya tidak punya tempat untuk bermain, saya tidak punya teman. Saya akan memakai kaus itu lagi, karena saya mengagumi Messi,” ucap Murtaza
Murtaza sekarang telah kembali ke kampung halamannya karena krisis di Afghanistan setelah Taliban menguasai Kabul pada 15 Agustus 2021. Murtaza dan keluarganya kini menjadi pengungsi.
(Djanti Virantika)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.