Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Pesepakbola Bintang yang Hidup Miskin saat Kecil, Nomor 1 Nyaris Dibunuh sang Ibu

Ramdani Bur , Jurnalis-Minggu, 01 Agustus 2021 |17:14 WIB
5 Pesepakbola Bintang yang Hidup Miskin saat Kecil, Nomor 1 Nyaris Dibunuh sang Ibu
Cristiano Ronaldo (kedua dari kanan) saat masih kecil. (Foto: Istimewa)
A
A
A

SEJUMLAH pesepakbola bintang hidup miskin saat kecil. Demi mengangkat derajat sang keluarga, sejumlah pesepakbola yang dibahas di bawah ini mencoba bangkit dengan berkarier sebagai pesepakbola.

Hasilnya berkat ketekunan dan kegigihan, mereka menjadi pesepakbola top dan kini hidup serba-berkecukupan. Lantas, siapa saja pesepakbola bintang yang dimaksud?

Berikut 5 pesepakbola bintang yang miskin saat kecil:

5. Angel Di Maria

Angel Di Maria

Angel Di Maria saat ini berstatus bintang Timnas Argentina dan Paris Saint-Germain (PSG). Terbaru, pesepakbola berperawakan kurus ini mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 Argentina atas Brasil di final Copa America 2021.

Namun, jauh sebelum meraih kesukesan, Di Maria berasal dari keluarga dengan ekonomi rendah. Di Maria kecil sudah membantu sang ibu bekerja di tambang batubara. Saat itu, Di Maria tidak sendirian, melainkan juga ditemani dua saudara perempuannya, Vanesa dan Evelyn. Di sela-sela membantu sang ibu, Di Maria sering memamerkan skill olah bolanya. Padahal, saat itu Di Maria baru berusia empat tahun.

Pernah suatu ketika, seorang pemandu bakat dari Rosario Central melihat Di Maria mendribel bola. Saat itu, Di Maria sedang membela klub lokal bernama Torito. Pemandu bakat itu tertarik memboyong Di Maria. Akhirnya, kesepakatan tercapai dengan Rosario Central memberikan sebanyak 35 bola kepada Torito, untuk menebus Di Maria yang baru berusia empat tahun.

4. Franck Ribery

Franck Ribery

Franck Ribery merupakan legenda hidup Bayern Munich. Salah satu momen terbesar dalam hidupnya adalah membantu Bayern Munich merebut treble winner pada 2012-2013.

Ketika muda, Franck Ribery remaja terkenal sebagai pria yang tangguh. Di sela-sela kesibukannya bermain sepakbola, Ribery tidak segan untuk membantu sang ayah bekerja sebagai kuli bangunan.

Bahkan saat bekerja sebagai tukang bangunan, Ribery saat itu sudah terikat kontrak dengan klub asal Prancis, Brest. Baru ketika memutuskan bergabung dengan Metz pada musim panas 2004, perekonomian Ribery terdongkrak. Sejak saat itu, Ribery meminta sang ayah untuk berhenti bekerja karena pria pemeluk agama islam itu sudah mampu menghidupi keluarganya.

3. Alexis Sanchez

Alexis Sanchez

Alexis Sanchez lahir dari keluarga yang tidak mampu. Ketika kecil, Alexis Sanchez sudah ditinggal sang ayah, sehingga sang ibu yang menghidupi kehidupan sehari-hari mereka. Saat itu, sang ibu bekerja sebagai petugas kebersihan di tempat Alexis Sanchez bersekolah.

Tidak tega melihat ibunya bekerja, Alexis Sanchez kecil mulai bekerja sebagai pencuci mobil. Ia juga bekerja sebagai freestyler jalanan dan sering bertarung tinju demi mendapatkan pemasukan tambahan. Kerja keras yang tidak sia-sia, Sanchez kini telah tumbuh menjadi pesepakbola top dengan pernah membela Barcelona, Arsenal, Manchester United hingga Inter Milan.

2. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic dikenal sebagai anak yang nakal. Ia gemar mencuri dan mabuk-mabukkan. Beruntung, skill bola yang dimiliki membuat Ibrahimovic sudah masuk tim senior Malmo ketika usianya baru 15 tahun.

Meski sudah mendapatkan pendapatan yang lumayan, Ibrahimovic berpikiran sepakbola bukanlah pilihan hidupnya. Alhasil, ia sempat bekerja di pelabuhan, sebelum akhirnya sang pelatih membujuknya untuk kembali menjadi pesepakbola. Keputusan yang tepat, Ibrahimovic tumbuh menjadi legenda Swedia dan sempat berstatus sebagai salah satu penyerang terbaik dunia.

1. Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo kecil tinggal di Pulau Madeira, Portugal. Saat itu, keluarga Cristiano Ronaldo jauh dari kata bahagia. Sebab, sang ayah gemar mabuk-mabukkan sehingga Cristiano Ronaldo kecil pun menjadi korbannya.

Bahkan ketika mengandung Cristiano Ronaldo, sang ibu yakni Maria Dolores Aveiro, mengaku hampir menggugurkan kandungannya tersebut. Pikiran itu muncul karena kehadiranCristiano Ronaldo otomatis bakal membebani hidup mereka, yang mana saat itu Maria Dolores sudah memiliki tiga anak.

“Saya ingin menggugurkan kandungan tapi dokter tidak mendukung keputusan saya,” kata Maria Dolores di autobiografi-nya yang berjudul Mother Courage pada 2014.

Namun, Cristiano Ronaldo sanggup menunjukkan dirinya tidak sia-sia lahir ke dunia. Berkat tekad dan kerja keras, Cristiano Ronaldo menjadi pesepakbola sukses. Di usia 12 tahun, Ronaldo meninggalkan Madeira untuk menimba ilmu di akademi Sporting Lisbon.

Singkat kata, kini Cristiano Ronaldo berstatus legenda Manchester United, Real Madrid hingga Juventus. Cristiano Ronaldo tercatat telah memenangkan lima trofi Ballon dOr di level individu.

(Ramdani Bur)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement