Gara-Gara Ancam Bunuh Penyerang Brighton & Hove Albion, Pria asal Singapura Ini Kena Hukuman

Antara, Jurnalis · Rabu 07 Juli 2021 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 45 2437148 gara-gara-ancam-bunuh-penyerang-brighton-hove-albion-pria-asal-singapura-ini-kena-hukuman-O0buj7CfVE.jpg Neal Maupay, penyerang Brighton & Hove Albion. (Foto: REUTERS/JON SUPER)

SINGAPURA – Penyerang Brighton & Hove Albion, Neal Maupay, mendapat ancaman pembunuhan medio tahun lalu. Setelah dilacak, ternyata yang melakukan ancaman adalah remaja asal Singapura. Si remaja pun akhirnya ditangkap.

Ia dijatuhi hukuman sembilan bulan percobaan kurungan penjara dan 40 jam pelayanan masyarakat pada Rabu (7/7/2021). Derek Ng De Ren, remaja 19 tahun, mengirim beberapa pesan langsung yang mengancam ke penyerang Brighton & Hove Albion, Neal Maupay, tahun lalu dari negara Singapura, menurut dokumen pengadilan.

Neal Maupay

Remaja itu marah setelah menonton tabrakan di televisi antara Maupay dan kiper Arsenal Bernd Leno yang terjadi pada Juni tahun lalu. Insiden itu menyebabkan Bernd Leno keluar lapangan di jeda babak pertama.

Derek Ng De Ren semakin kesal karena Neal Maupay kemudian mencetak gol kemenangan Brighton atas Arsenal. Karena itu, Ng mengirim beberapa pesan Instagram di mana ia mengancam akan membunuh Maupay dan keluarganya, menurut dokumen pengadilan.

"Kamu pikir kamu akan lolos karena melukai Leno? Tidak mungkin bruv. Tapi jangan khawatir kamu akan aman kamu tidak akan terluka. Lebih menyenangkan melihat kamu merasakan sakit ketika orang yang kamu cintai mengalami penderitaan, " tulis Ng.

BACA JUGA: Brighton vs Arsenal, Permintaan Maaf Maupay kepada Leno

Hakim Pengadilan Distrik May Mesenas menghukum remaja itu sembilan bulan masa percobaan yang diawasi, 40 jam pelayanan masyarakat, dan jam malam dari pukul 22.00 hingga 06.00.

Dia juga akan diminta untuk mencari perawatan psikologis dan psikiatris. Hakim mengatakan kepada Ng bahwa "mengancam bukanlah cara yang tepat" dan masa depannya akan terancam jika dia tidak mengendalikan emosinya.

Brighton

Ng yang mengaku bersalah atas dua tuduhan pelecehan bisa didenda dan dipenjara hingga enam bulan untuk setiap tuduhan. Setelah Maupay melaporkan pesan tersebut, Liga Premier bekerja sama dengan pihak berwenang di Singapura untuk melakukan tindakan hukum.

Setelah sidang, pengacara pembela Mark Yeo mengatakan kepada AFP bahwa Ng "lega karena menjalani masa percobaan".

"Saya pikir dia siap untuk melupakan masalah ini, siap untuk fokus pada rehabilitasinya, fokus pada langkah maju berikutnya,” ujar Yeo, dikutip dari laman resmi AFP, Rabu.

Saya pikir banyak yang telah dikatakan di pengadilan tentang penyesalannya, tentang keinginannya untuk maju dan berubah menjadi lebih baik."

Yeo juga mengatakan remaja itu telah menulis surat permintaan maaf kepada Maupay, yang telah diteruskan ke pemain tersebut, dan mencari konseling profesional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini