3. Marco Verratti (Italia) vs Pedri (Spanyol)
Baik Italia maupun Spanyol memiliki kekuatan besar di lini tengah. Perpaduan bakat antara pengalaman dan pemain muda telah memastikan kedua tim di Piala Eropa 2020 berjalan mulus.
Italia kehilangan Marco Verratti di pertandingan pembuka turnamen mereka, tetapi pemain PSG itu telah menjadi kekuatan penting bagi Azzurri di lini tengah setelah bisa dimainkan. Visi dan kecakapan passing-nya telah membuat Veratti mencetak dua assist.

Untuk melawan Verratti, Spanyol memiliki Pedri. Dia seorang pemain berusia 18 tahun yang selalu menjadi andalan Luis Enrique setiap Spanyol berlaga di Piala Eropa 2020.
Gelandang Barcelona merupakan pemain dengan daya jelajah tertinggi di turnamen, dengan catatan 61,5 km. Kegigihan tersebut yang bisa menjadi kunci untuk melawan Italia di semifinal.
2. Leonardo Bonucci (Italia) vs Alvaro Morata (Spanyol)
Spanyol dan Italia sama-sama belum terkalahkan sejauh ini di Piala Eropa 2020. Namun sayang, salah satunya akan tersingkir dari turnamen.
Italia memiliki pertahanan yan kuat dengan hanya kebobolan dua gol. Salah satu penyebabnya karena kehadiran bek Juventus, Leonardo Bonnuci di semua lima pertandingan sejauh ini. Dia bermain sangat luar biasa di jantung pertahanan Italia, bersama Giorgio Chiellini.
Bonucci akan menghadapi rekan setimnya di Juventus, Alvaro Morata yang kali ini bermain untuk TImnas Spanyol. Morata sejauh ini telah mencetak dua gol di Piala Eropa 2020. Dia juga memiliki rata-rata tiga tembakan ke gawang per pertandingan dan merupakan pemain yang harus diwaspadai Italia.