PEP GUARDIOLA adalah manajer paling sukses di abad ke-21, dengan total 30 gelar di tiga klub elit Eropa. Pelatih berusia 50 tahun itu memiliki riwayat karier yang cemerlang dengan dua gelar Liga Champions, tiga trofi Bundesliga dan tiga trofi La Liga Spanyol, dan tiga gelar juara Liga Inggris
Selain ahli meracik taktik, pelatih asal Spanyol tersebut lihai dalam meningkatkan permainan anak asuhnya. Namun, tak semua pemain yang pernah dilatihnya mengalami peningkata. Ada sejumlah pesepakbola yang gagal bersinar saat berkerja sama dengannya.
Berikut 5 pemain yang gagal bersinar saat diasuh Pep Guardiola:
5. Joe Hart
Joe Hart adalah salah satu legenda Manchester City. Dia adalah elemen penting klub saat membantu timnya meraih gelar juara Liga Inggris pada musim 2011-201, yang merupakan gelar liga pertama Man City sejak 1968.
Pada musim itu, Hart bermain mengesankan. Dia mampu nirbobol 17 serta mendapatkan penghargaan Golden Gloves. Dia kemudian memenangkan satu trofi Liga Inggris lagi sebelum kedatangan Pep Guardiola.

Setelah tampil 347, Joe Hart hanya berhasil memainkan satu pertandingan di bawah Guardiola. Mantan penjaga gawang nomor 1 Inggris itu beralih menjadi pemain cadangan sejak Guardiola merekrut Claudio Bravo dari Barcelona.
Joe Hart kemudian dikirim dengan status pinjaman ke Torino, lalu ke West Ham, dan dijual secara permanen ke Burnley setelah menghabiskan lebih dari 14 tahun di Man City.
Baca juga: Demi Liga Champions, Man City Diharapkan Sapu Bersih 2 Laga Pamungkas Liga Inggris 2020-2021
Baca juga: Man City Kena Comeback, Pep Guardiola Marah-Marah ke Pelatih Brighton
4. Benjamin Mendy
Benjamin Mendy adalah salah satu dari tiga full back yang ditandatangani Man City pada jendela transfer musim panas 2017. Tapi pemain asal Prancis itu kerap menepi karena cedera.
Rentan cedera membuat Mendy gagal memberikan penampilan maksimal. Dia hanya bermain 23 kali dalam dua musim.

Perannya semakin tersingkir setelah Oleksandr Zinchenko datang pada 2016. Mendy hanya membuat 20 penampilan pada musim ini, karena Zinchenko secara efektif menjadi bek kiri pilihan pertama The Citizens di bawah Pep Guardiola.
3. Yaya Toure
Yaya Toure adalah pemain Timnas Pantai Gading. Dia dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik Liga Inggris.
Mendy mencatatkan 129 keterlibatan gol (79 gol, 50 assist) dalam 316 penampilan untuk Man City.

Namun, Toure memiliki kenangan buruk saat dilatih Pep Guardiola. Pertama saat berada di Barcelona, Pemain Terbaik Afrika empat kali itu hanya bertahan dua tahun di bawah Pep Guardiola sebelum digantikan oleh Sergio Busquets.
Toure kemudian pindah ke Man City dan memberikan kontribusi apik dengan meraih Hall of Fame Manchester City, serta memenangkan dua gelar Liga Inggris.
Namun, kedatangan Pep Guardiola di Etihad menyebabkan cerita sama di Barcelona. Toure hanya membuat 48 penampilan dalam dua musim di bawah Guardiola sebelum meninggalkan Etihad setelah delapan musim membela Man City.
2. Mario Gotze
Mario Gotze dianggap sebagai salah satu nama terbesar di dunia sepak bola setelah menjadi pahalwan Timnas Jerman di final Piala Dunia 2014. Gotze juga merupakan bagian penting bgi Borussia Dortmund yang berhasil menghentikan dominasi Bayern Munich.

Setelah sukses di Signal Iduna Park, Gotze bergabung dengan Pep Guardiola di Bayern Munich.
Dia mengawali penampilannya dengan membuat 19 terlibat gol (sepuluh gol, dan sembilan assist) dalam 27 penampilan. Meskipun sering mengalami cedera, Gotze menghasilkan 36 gol dan 24 assist dalam 114 penampilan selama tiga musim di Munich.
Meski begitu perubahan taktik Guardiola membuat Gotze tersingkir. Pemain berusia 28 tahun itu kini membela PSV Eindhoven.
1. Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovich adalah salah satu penyerang hebat. Namun, nama besarnya tak bersinar saat dia Ibrahimovic pindah ke Barcelona asuhan Pep Guardiola setelah tiga tahun bersama Inter Milan.
Pemain Timnas Swedia itu awalnya membuat penampilan yang apik. Ibra mencetak tujuh gol dalam tujuh penampilan di musim pertamanya.

Namun, Guardiola menggeser Ibrahimovich dan menggantinya dengan Messi yang saat itu berusia 22 tahun. Itu menyebabkan ketajaman Ibra langsung menurun.
Meski bermain di posisi lebar yang tidak biasa, pemain asal Swedia itu masih mampu mencetak 16 gol dan delapan assist dalam 29 penampilan di musim La Liga 2009-2010.
Namun, hubungan pemain Swedia yang produktif itu dengan Pep Guardiola tampaknya. Dia akhirnya pindah ke AC Milan pada musim berikutnya.
(Rachmat Fahzry)