Soal Kericuhan di Old Trafford, Solskjaer Kecewa dengan Tindakan Anarkis

Bagas Abdiel, Jurnalis · Kamis 06 Mei 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 45 2406634 soal-kericuhan-di-old-trafford-solskjaer-kecewa-dengan-tindakan-anarkis-kfaPGj4vyp.jpg Manchester United (Foto: Reuters)

ROMA – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengaku kecewa dengan tindakan oknum penggemar yang membuat kericuhan di Old Trafford. Ia menilai kekacuan tersebut sudah bisa tidak ditoleransi.

Solskjaer sendiri merasa geram karena akibat insiden tersebut skuadnya batal bertanding melawan Liverpool pada pekan ke-34 Liga Inggris 2020-2021. Padahal jelang laga tersebut, Solskjaer memiliki keyakinan untuk bisa menaklukkan Liverpool.

Manchester United

Sayangnya pertandingan urung terjadi. Protes para penggemar yang berlebihan membuat mereka merangsek ke lapangan Old Trafford dan membuat keributan. Akibat hal itu, laga Man United vs Liverpool terpaksa ditunda.

Baca juga Laga Man United vs Liverpool Dapat Jadwal Baru

“Itu adalah hari yang sulit bagi kami. Tentu saja, kami ingin bermain, kami ingin mengalahkan Liverpool untuk para penggemar,” ungkap Solskjaer, mengutip dari laman resmi Man United, Kamis (6/5/2021).

Baca juga Man United Mau Acak-Acak Kandang AS Roma

“Tugas kami harus tentang mendapatkan penampilan bagus dan hasil bagus di lapangan, itulah fokus para pemain, itu fokus saya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Solskjaer mengingatkan para penggemar untuk tidak bersikap anarkis saat menyampaikan pendapat mereka. Pelatih berpaspor Norwegia meyakini bahwa klub akan mendengarkan suara mereka, tetapi jika menyampaikannya secara brutal maka hal itu bisa menjadi sulit.

“Seperti yang saya katakan sebelum pertandingan, kita harus mendengarkan, kita harus mendengarkan suara fans,” lanjut Solskjaer.

“Itu hak setiap orang untuk melakukan protes, tetapi harus dengan cara yang beradab. Itu harus dengan cara yang damai,” imbuhnya.

Manchester United

“Sayangnya, ketika Anda masuk, ketika petugas polisi terluka, itu satu langkah yang terlalu jauh. Sayangnya, ketika tidak terkendali seperti ini, itu masalah polisi. Ini bukan tentang menunjukkan pendapat Anda lagi,” sambungnya.

Insiden ricuh tersebut berawal dari demo para penggemar yang menuntut mundurnya keluarga Glazer. Suporter Man United tampaknya sangat marah terhadap sepak terjang Keluarga Glazer yang memiliki 78 persen saham klub idola mereka. Amarah dan protes terhadap Keluarga Glazer makin memuncak saat Man United turut andil dalam pendirian Liga Super Eropa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini