Share

Rio Ferdinand Malu Manchester United Gabung Liga Super Eropa

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 19 April 2021 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 51 2396955 rio-ferdinand-malu-manchester-united-gabung-liga-super-eropa-pKI7nUNG6L.jpg Liga Super Eropa. (Foto/Twitter Barca Universal)

MANCHESTER - Rio Ferdinand melancarkan serangan terhadap mantan klubnya Manchester United. Dia mengklaim malu Setan Merah bergabung dengan klub-klub pendiri Liga Super Eropa.

Man United bersama lima klub besar Inggris lainnya, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur, menjadi penggagas Liga Super Eropa. Keenam klub tersebut bergabung bersama Atletico Madrid, Barcelona, Real Madrid, AC Milan, Inter Milan, dan Juventus.

Foto/Reuters

Pemilik Man United, Joel Glazers, akan menjadi bagian petinggi Liga Super Eropa edisi perdana. Dia menjabat sebagai wakil direktur Liga Super Eropa bersama pemilik Juventus, Andrea Agnelli. Sementara Direktur Liga Eropa dijabat Presiden Real Madrid, Florentino Perez.

Baca juga: Man United Ikut Gabung Liga Super Eropa, Begini Respons Solskjaer

Ferdinand yang berseragam Man United lebih dari 10 tahun, menyerang mantan klubnya. Dia menilai keputusan Man United bergabung dengan Liga Super Eropa sangat memalukan.

"Saya malu. Ada begitu banyak hal yang diinginkan pemilik,” kata dia mengutip Mirror, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Resmi, 12 Klub Besar Eropa Ini Sepakat Bentuk European Super League

"Saya tidak dapat mempercayainya. Saya adalah penggemar Man United, saya mencintai klub ini, saya tak akan diam dan mendukung hal seperti itu," tambahnya.

Ferdinand yang kini menjadi pandit menilai bahwa terbentuknya Liga Super Eropa bukan karena sepakbola. Namun hanya bisnis sepata.

"Kelompok tim yang memisahkan diri ini, bagi saya adalah perang melawan sepakbola," tegasnya.

"Itu memalukan. Itu bertentangan dengan segala hal yang berhubungan dengan sepakbola. Itu adalah liga tertutup untuk para petinggi ini dan sepenuhnya hanya soal uang.”

Foto/Juventus

"Yang kaya semakin kaya dan yang lainnya bahkan tidak dipertimbangkan. Ini memalukan dan mereka berani melakukannya saat terjadi pandemi di seluruh dunia, orang-orang berjuang di seluruh dunia.”

"Ini menunjukkan kepada saya bahwa orang-orang ini tidak tahu tentang sepakbola. Ini adalah transaksi bisnis. Itu saja," pungkas Ferdinand.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini