5 Pesepakbola Bintang yang Alami Penurunan Performa saat Ditangani Guardiola

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 05 April 2021 19:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 51 2389806 5-pesepakbola-bintang-yang-alami-penurunan-performa-saat-ditangani-guardiola-8LXbD8t5lP.jpg Josep Guardiola. (Foto: Reuters)

JOSEP Guardiola telah menjadi salah satu pelatih terhebat di dunia. Lewat kemampuan apiknya dalam mengolah tim, banyak pemain yang melesat menjadi sosok hebat di dunia sepakbola selama diasuh olehnya.

Lionel Messi jadi salah satu pemain yang bisa merasakan tangan dingin dari Josep Guardiola. Sosoknya kian bersinar selama dilatih Guardiola di Barcelona. Ada banyak trofi bergengsi yang bisa dipersembahkan Messi kepada Barcelona selama masa tersebut.

BACA JUGA: Jelang Man City vs Dortmund, Guardiola Tak Hanya Waspadai Erling Haaland

Meski sukses bersama Messi, nasib serupa tak meluluh dihadapi Guardiola saat melatih pemain-pemain lain. Ada sejumlah pesepakbola bintang yang justru meredup selama ditanganinya. Siapa saja mereka? Berikut lima pesepakbola bintang yang alami penurunan performa saat ditangani Guardiola.

BACA JUGA: Keluhkan Jadwal Padat, Guardiola: UEFA dan FIFA Bunuh Para Pemain

5. Dante

Salah satu nama pemain yang terlihat mengalami penurunan performa saat ditangani Guardiola ialah Dante. Bek asal Brasil ini bergabung dengan Bayern Munich pada 2012 dan memenangkan treble winners pada musim debutnya di Allianz Arena.

Dante

Dante memainkan peran penting di Bayern Munich dalam kesuksesan menggondol tiga gelar jaura tersebut. Dia membentuk kemitraan pertahanan yang penting dengan Jerome Boateng. Duo ini hanya kebobolan 15 gol dalam 34 pertandingan pada musim itu.

Sayangnya, kiprah Dante tak bisa semanis sebelumnya saat Bayern ditangani oleh Guardiola. Menjadi pilihan utama saat Bayern ditangani Jupp Heynckes, Dante justru terus dikeluarkan dari Starting XI setelah kedatangan Guardiola. Dante pun sempat mengutarakan kritiknya atas sistem kepelatihan Guardiola yang dipandang tak bagus.

"Dia (Guardiola) tidak berbicara dengan pemain sehingga pemain tidak tahu di mana harus berdiri. Dia tidak bekerja dengan bagus,” ujar Dante.

4. Joe Hart

Kemudian, ada nama Joe Hart. Dia telah menjadi sosok legenda di Manchester City usai menghabiskan 12 tahun kariernya di klub tersbeut. Pemain berusia 33 tahun itu adalah salah satu tokoh kunci dalam kemenangan pertama Man City di Liga Inggris.

Joe Hart

Tetapi, setelah kedatangan Guardiola, kiprah Joe Hart tampak menurun. Senasib dengan Dante, Joe Hart yang sebelumnya rutin bermain di Man City, kemudian harus rela menghangatkan bangku cadangan setelah kedatangan Guardiola.

Penjaga gawang asal Inggris itu kabarnya tidak cocok dengan visi yang ditetapkan Guardiola. Man City kemudian merekrut Claudio Bravo untuk menggantikan pemain berusia 33 tahun itu dalam perannya menjaga gawang Man City. Pada musim 2016, Joe Hart pun dipinjamkan ke Torino, sementara Bravo segera digantikan oleh Ederson.

3. Yaya Toure

Masih di Man City, selanjutnya ada nama Yaya Toure. Kariernya harus meredup di klub tersebut usai dilatih Guardiola. Toure bahkan mengalami momen kejatuhan yang dianggap paling kontroversial dalam dunia sepakbola.

Yaya Toure

Semua bermula dari hubungan kurang baik Guardiola dengan agen Yaya Toure, Dimitri Seluk. Polemik yang terjadi antara kedua belah pihak berujung pada ancaman Guardiola yang memastikan Yaya Toure takkan mendapat tempat di line-up Man City, kecuali sang agen meminta maaf.

Yaya Toure pun akhirnya mengeluarkan permintaan maaf atas nama agennya dan setelah itu dia dimasukkan ke skuad Man City kembali. Tetapi, Yaya Toure akhirnya memutuskan meninggalkan Man City pada 2018 setelah delapan tahun bermain di klub tersebut.

2. Samuel Etoo

Di urutan kedua, ada nama Samuel Etoo. Berbicara tentang momen keterpurukan pemain saat dilatih Guardiola, nama Samuel Etoo memang tak boleh terlewat. Mantan pemain Barcelona itu telah merasakan sulitnya bermain di bawah kepelatihan Guardiola.

Sejatinya, Samuel Etoo berada di puncak kariernya saat Guardiola datang ke Barcelona. Kontribusi besarnya telah membantu Barcelona mengangkat treble winner pada musim 2008-2009. Banyak pihak membayangkan Etoo akan terus memberi kiprah besar kepada Barcelona, tetapi sang pemain justru dijual ke Inter Milan.

Samuel Etoo

"Dia tidak memiliki keberanian untuk memberi tahu saya banyak hal di depan saya. Saya mengatakan kepadanya, 'Saya Samuel Etoo dan saya orang yang membuat Anda menang.’ (Guardiola) kemudian menguliahi saya tentang cara menyerang ketika dia bermain sebagai gelandang," ujar Etoo dalam sebuah wawancara kala membicarakan sosok Guardiola.

"Xavi mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin saya tetap di Barcelona, tetapi saya harus berbicara dengan Pep. Saya berkata, 'Saya tidak akan pernah melakukan itu, jika dia tidak menghormati saya, saya tidak menghormati dia,” lanjutnya.

1. Zlatan Ibrahimovic

Terakhir, ada nama Zlatan Ibrahimovic. Pemain asal Swedia itu dibawa ke Barcelona untuk menambah kekuatan di lini serang. Paruh pertama musimnya berjalan sangat baik, tetapi semuanya menurun seiring berjalannya waktu. Dia juga tampak kurang cocok dilatih oleh Guardiola.

Zlatan Ibrahimovic

"Bulan-bulan pertama berjalan sangat baik dan kemudian sesuatu terjadi. Saya masih belum tahu apa penyebabnya dan saya masih menunggu jawabannya. Setelah beberapa bulan setelah, tidak ada pembicaraan kepada saya lagi,” ujar Ibrahimovic saat membicarakan kariernya di Barcelona.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini