MALANG - Gol penalti Borneo FC yang divetak Guy Junior disebut kubu PSM Makassar membuyarkan konsentrasi mereka. Sebab gol yang terjadi diawali dari proses yang kontroversial berawal dari handsball Erwin Gutawa di kotak penalti, diputuskan pelanggaran oleh hakim garis yang jauh dari posisi Erwin, sedangkan posisi wasit yang berdekatan dengan pemain tidak memutuskan terjadi pelanggaran.
Hal ini yang dikeluhkan Pelatih PSM Makassar Syamsuddin Batolla sesuai pertandingan lawan Borneo FC. Menurut Syamsuddin, gol penalti Borneo FC yang kontroversial membuat anak asuhnya bermain kurang tenang dan kerap membuat kesalahan - kesalahan sendiri. Hal ini yang berakibat munculnya satu gol yang dicetak Rifal Lastori menit 64.

"Penalti itu kontroversi, wasit yang lebih dekat ternyata yang mengambil keputusan (memberikan keputusan) hakim garis yang jauh sama sekali, yang membuat pemain - pemain kami down, itu yang jadi masalahnya," ucap Syamsuddin Batolla saat konferensi pers di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu petang (31/3/2021).
Sementara itu pemain belakang Hasim Kipuw mengakui bila gol penalti dari Borneo FC membuat ia dan rekan - rekannya kerap kali berhati-hati mengambil keputusan yang justru berujung banyaknya kesalahan yang muncul. Beberapa pemain bahkan sempat kehilangan komunikasi dan salah umpan.