5 Kesalahan Transfer Arsenal, Nomor 3 Bikin Prestasi Klub Merosot Drastis

Ezha Herdanu, Jurnalis · Jum'at 19 Maret 2021 19:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 51 2380855 5-kesalahan-transfer-arsenal-nomor-3-bikin-prestasi-klub-merosot-drastis-w36Q4S5vKF.jpg Para pemain Arsenal (Foto: Loarraine OSulivan/REUTERS)

ARSENAL memang bukan klub seperti Chelsea, Manchester City, atau Manchester United yang gemar jor-joran membeli pemain mahal di setiap bursa transfer. Arsenal nampak lebih hati-hati dalam menggelontorkan dananya untuk membeli pemain incaran mereka.

Meski begitu, bukan berarti Arsenal tidak sering melakukan kesalahan dalam kebijakan transfer mereka. Bahkan setidaknya ada lima kesalahan transfer yang dilakukan manajemen klub asal London Utara tersebut sepanjang sejarah mereka.

Berikut lima kesalahan transfer yang pernah dilakukan Arsenal:

5. Menjual Cesc Fabregas ke Barcelona dengan Harga Sangat Murah

Cesc Fabregas

Cesc Fabregas memang mengawali karier sepakbola dengan menimba ilmu di akademi Barcelona, La Masia. Namun karena kurang mendapatkan kesempatan, Fabregas akhirnya menerima tawaran bergabung dengan Arsenal.

Bersama Arsenal, Fabregas menjelma sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Bahkan Fabregas dipercaya menjadi kapten tim kala masih berusia 18 tahun. Namun kesalahan Arsenal ialah saat melepas Fabregas ke Barca dengan harga yang sangat murah, yaitu 29 juta euro atau sekira Rp497 miliar.

4. Pecahkan Rekor Transfer untuk Datangkan Nicolas Pepe dari Lille

Nicolas Pepe

Performa Nicolas Pepe ketika membela Lille memang sungguh mengesankan. Fakta itu pun membuat manajemen Arsenal rela memecahkan rekor transfer mereka dengan merekrutnya dengan mahar sebesar 80 juta euro atau sekira Rp1,3 triliun pada bursa transfer musim panas 2019.

Diharapkan bisa menjadi andalan di lini depan Arsenal, Pepe justru kesulitan menunjukkan performa terbaiknya. Bahkan pada musim 2020-2021, personel tim nasional (Timnas) Pantai Gading itu baru menyumbangkan delapan gol dari 34 penampilannya bersama Arsenal.

3. Menjual Patrick Vieira ke Juventus

Patrick Vieira

Arsenal sempat memiliki sosok kapten yang sangat dihormati di lapangan atau ruang ganti pada diri Patrick Vieira. Bahkan bisa dikatakan Vieira sebagai salah satu kapten tersukses yang pernah hadir di skuad The Gunners –julukan Arsenal.

Akan tetapi keputusan berani dilakukan oleh Arsene Wenger dengan menjual Vieira ke Juventus pada bursa transfer musim panas 2005 demi memberikan panggung lebih kepada Cesc Fabregas. Hasilnya, Arsenal mengalami penurunan prestasi karena kehilangan sosok pemimpin seperti Vieira yang hingga kini.

2. Merekrut Willian Borges dari Chelsea

Willian Borges

Pada awalnya keputusan Arsenal merekrut Willian Borges dari Chelsea di bursa transfer musim panas 2020 mendapatkan pujian. Pasalnya Willian memang salah satu pemain andalan Chelsea dalam beberapa musim, sementara Arsenal mendapatkannya secara gratis.

Akan tetapi pujian berubah dari cercaan ketika Willian justru gagal memberikan dampak positif terhadap performa Arsenal di musim ini. Bahkan banyak yang menyebut Willian menjadi salah satu transfer terburuk yang pernah dilakukan Arsenal sepanjang sejarah mereka.

1. Lakukan Transfer Tukar Guling antara Alexis Sanchez dengan Henrikh Mkhitaryan

Alexis Sanchez

Pada bursa transfer musim dingin 2018, manajemen Arsenal memang dihadapkan dilema besar ketika dua pemain andalannya, Mesut Ozil dan Alexis Sanchez, menuntut gaji besar di kontrak barunya. Sementara Arsenal hanya bisa menyangupi tuntutan salah satunya.

Manajemen Arsenal pun akhirnya memilih mempertahankan Ozil, dan melepas Sanchez ke Manchester United via kesepakatan tukar guling dengan Henrikh Mkhitaryan. Namun sayangnya, Mkhitaryan gagal bersinar dan hanya bertahan di London Utara selama dua musim saja.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini