3. Pepe (FC Porto/Portugal)

Nama Pepe memang mencuat sejak klub raksasa Liga Spanyol, Real Madrid, meminangnya. Alasan manajemen Madrid merekrut Pepe memang didasari dengan kemampuan eks personel tim nasional (Timnas) Portugal tersebut mengawal lini pertahanan.
Akan tetapi siapa sangka bahwa Madrid justru mendapatkan ‘bonus’ lain dari Pepe dengan peringai buruknya di atas lapangan. Ya, Pepe bisa dibilang sebagai salah satu pemain paling brutal dalam sejarah sepakbola.
2. Marouane Fellaini (Shandong Luneng/Belgia)

Kehebatan Marouane Fellaini sebagai seorang gelandang memang sudah terlihat sejak ia membela Everton. Popularitas Fellaini semakin meningkat kala dirinya direkrut oleh Manchester United pada bursa transfer musim panas 2013.
Akan tetapi di luar kemampuan handalnya sebagai pemain tengah, Fellaini ternyata juga merupakan individu yang temperamental. Tidak jarang Fellaini melakukan segala cara untuk bisa memenangkan penguasaan bola dalam sebuah pertandingan.