Sebelum Memeluk Islam, Anelka Sudah Terbiasa Puasa

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2021 08:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 30 51 2353413 sebelum-memeluk-islam-anelka-sudah-terbiasa-puasa-7KQhdSFeS8.jpg Nicolas Anelka (Foto: Reuters)

LE CHESNAY – Nicolas Anelka merupakan salah satu pesepakbola Muslim yang berasal dari Prancis. Selama berkarier sebagai pesepakbola, Anelka telah membela banyak klub besar seperti Arsenal, Real Madrid, Liverpool, hingga Chelsea.

Pada awalnya, Anelka bukanlah pemeluk agama Islam. Latar belakang keluarga Anelka adalah beragama Nasrani. Tak ayal, pemain berpaspor Prancis itu pun mengikuti keyakinan yang dianut oleh kedua orang tuanya ketika ia masih kecil.

Kendati demikian, ketika Anelka berusia 16 tahun ia memutuskan untuk hijrah menjadi mualaf alias masuk ke dalam agama Islam. Sebab, Anelka memiliki keinginan menjadi orang yang benar dan ia merasa Islam mengajarkan berbagai hal tentang kebenaran tersebut.

Baca juga: Menjadi Mualaf, Ribery Kerap Tersandung Kontroversi soal Bir

Nicolas Anelka

Anelka sendiri sebenarnya tumbuh di tengah-tengah lingkungan Muslim. Ia bahkan telah mengenal Islam sejak kecil karena statusnya sebagai imigran dari Amerika Tengah.

Meski lahir di Prancis, namun status imigran membuat Anelka banyak bergaul dengan anak-anak imigran lainnya seperti dari Aljazair yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Maka dari itu, Anelka sudah tidak asing dengan budaya Islam.

Ketika orang-orang Muslim di sekitarnya menjalankan ibadah puasa saat bulan Ramadhan, Anelka pun ikut melakukannya. Padahal, ketika itu Anelka belum menjadi mualaf. Meski begitu, ia merasa kagum dengan orang-orang yang berpuasa.

“Saya berusia 16 tahun ketika saya masuk Islam. Di luar aspek persaudaraan, konversi saya tidak mengubah hidup saya. Saya sudah hidup dengan prinsip yang sama - menjadi orang benar, memiliki nilai,” beber Anelka, dilansir dari Sportzion, Sabtu (30/1/2021).

“Saya dulu berpuasa selama Ramadhan karena saya mengagumi orang-orang yang berpuasa di sekitar saya. Apa yang membuat saya menjadi mualaf adalah bahwa saya memiliki keyakinan bahwa Islam adalah untuk saya,” ungkapnya.

Nicolas Anelka

“Saya merasakan hubungan ini dengan Tuhan, dan itu mencerahkan hidup saya. Saya memiliki keyakinan di hati saya bahwa itu adalah agama saya. Saya senang menjadi seorang Muslim, agama damai dan saya belajar banyak dari Islam,” tukas Anelka.

Setelah menjadi seorang Muslim, Anelka dikabarkan juga mengganti namanya menjadi Abdul-Salam Bilal. Perubahan nama ini bukanlah hal yang aneh. Kompatriot Anelka, Franck Ribery, juga mengganti namanya menjadi Bilal Yusuf Mohamed setelah memeluk Islam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini