Pemecatan Frank Lampard Beraroma Politis

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 01:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 45 2350723 pemecatan-frank-lampard-beraroma-politis-kFqqMutxnM.JPG Frank Lampard dipecat (Foto: Reuters/Justin Tallis)

LIVERPOOL – Frank Lampard akhirnya resmi diberhentikan dari jabatannya oleh Dewan Direksi Chelsea. Menurut Michael Owen, pemecatan tersebut sedikit berbau politis.

Rumor pemecatan Frank Lampard sebetulnya sudah berhembus sejak akhir 2020. Pria berusia 42 tahun itu dinilai tak mampu membawa Chelsea bersaing di papan atas Liga Inggris. Hingga pekan 19, Si Biru masih tertahan di peringkat sembilan dengan nilai 29.

Capaian tersebut sungguh berbanding terbalik dengan torehan Chelsea pada 2019-2020. Pada periode yang sama musim lalu, Mason Mount dan kolega nangkring di posisi tiga dengan nilai 32. Berkaca pada posisi dan jumlah poin yang dikumpulkan, penurunan itu nyata adanya.

Baca juga: Ini Penyebab Thomas Tuchel Sulit Gantikan Frank Lampard di Chelsea

Frank Lampard menyaksikan anak asuhnya berlaga (Foto: Reuters)

Namun, beberapa jam setelah pemecatan, muncul kabar yang mengatakan adanya friksi antara Frank Lampard dengan petinggi klub. Hal itu tidak terlepas dari permintaan sang manajer untuk mendatangkan pemain baru pada posisi gelandang.

Tidak heran, Michael Owen menduga adanya muatan politik di balik pemecatan Frank Lampard. Keberadaan bintang-bintang lapangan hijau dengan ego yang mereka bawa, selalu menjadi penyebab pemecatan seorang pelatih/manajer.

“Saya yakin ada cukup banyak politik yang terjadi di belakang layar dalam beberapa waktu belakangan di Chelsea. Sulit menyebutnya sebagai kejutan karena seperti sudah menjadi bagian dari klub,” ucap Michael Owen, sebagaimana dimuat Mirror, Selasa (26/1/2021).

Catatan Frank Lampard bersama Chelsea sebetulnya tidak buruk-buruk amat. Ia memimpin skuad Chelsea dalam 84 pertandingan dengan raihan 44 kali menang, 15 imbang, dan 25 kali kalah di semua kompetisi. Harap dicatat, pada musim pertamanya, Lampard tak bisa mendatangkan pemain gara-gara hukuman.

Ya, Chelsea dihukum larangan membeli pemain baru pada bursa transfer musim panas 2019. Frank Lampard tidak kehabisan akal dan memanfaatkan pemain-pemain dari akademi seperti Mason Mount dan Tammy Abraham.

Marina Granovskaia punya peran penting di Chelsea

Sayangnya, ketika Chelsea justru menggelontorkan dana transfer ratusan juta poundsterling, pencapaian klub terhitung buruk. Untuk yang satu ini, telunjuk tidak bisa semuanya diarahkan ke Frank Lampard. Sebab, urusan transfer ada di bawah Marina Granovskaia yang menjabat sebagai direktur.

Perempuan berdarah Rusia itu adalah penanggung jawab sekaligus penyambung lidah antara klub dengan sang pemilik Roman Abramovich. Sialnya, Frank Lampard pernah membuat Marina dan jajaran direksi kesal karena mendesak klub segera mendatangkan Declan Rice dari West Ham United.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini