5 Pesepakbola yang Dinilai Tak Layak Menangkan Trofi Ballon dOr

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 51 2348939 5-pesepakbola-yang-dinilai-tak-layak-menangkan-trofi-ballon-dor-YrB5dhFaTJ.jpg Micahel Owen (Foto: Daily Star)

SUDAH menjadi rahasia umum bahwa Ballon d’Or merupakan penghargaan individu paling prestisius bagi pesepakbola. Sebab, mereka yang dianugerahi trofi tersebut sering dianggap sebagai pesepakbola terbaik di dunia.

Kendati demikian, pada beberapa kesempatan, ternyata keluar hasil pemilihan yang tidak membuat publik merasa puas. Masyarakat pasalnya menilai ada pemain yang lebih layak untuk mendapatkan penghargaan tersebut ketimbang pemain yang diumumkan oleh pihak penyelenggara.

Berikut ini adalah lima pesepakbola yang dinilai tidak layak memenangkan Ballon d’Or:

5. Fabio Cannavaro (2006)

Fabio Cannavaro

Fabio Cannavaro didapuk sebagai pemenang Ballon d’Or setelah mengantarkan Timnas Italia menjadi juara Piala Dunia 2006. Dalam turnamen tersebut, Cannavaro tidak hanya menjadi kunci kukuhnya pertahanan Gli Azzurri, namun ia pun menyandang status sebagai kapten tim.

Meski begitu, nyatanya tak semua orang menilai Cannavaro sebagai sosok yang pantas sebagai pemenang Ballon d’Or. Gianluigi Buffon dianggap lebih layak memenangkan penghargaan tersebut setelah banyak melakukan penyelamatan gemilang. Di Piala Dunia 2006 sendiri, gawang Buffon hanya kejebolan dua kali.

4. Luka Modric (2018)

Luka Modric

Luka Modric menjadi pemenang Ballon d’Or setelah membantu Timnas Kroasia tampil di final Piala Dunia 2018. Selain itu, Modric juga menjadi sosok penting di lini tengah Real Madrid dalam menjuarai Liga Champions musim 2017-2018.

Hanya saja, dipilihnya Modric sebagai pemenang Ballon d’Or diperdebatkan. Sebab, Cristiano Ronaldo dipandang lebih layak memenangkan trofi tersebut. Ronaldo memang gagal membawa Portugal berjaya di Piala Dunia, namun ia memiliki peran yang sangat vital bagi Madrid di musim 2017-2018. CR7 membukukan 44 gol dan delapan assist untuk Los Blancos di musim tersebut dari 44 kali bertanding.

3. Michael Owen (2001)

Michael Owen

Michael Owen tampil mengesankan bersama Liverpool di 2001. Owen tercatat mencetak total 24 gol di musim tersebut dan membuat The Reds menjuarai Liga Eropa, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.

Meski begitu, prestasi yang ditorehkan Owen tersebut dinilai masih kurang cemerlang jika dibandingkan dengan Raul Gonzalez yang kala itu membela Real Madrid. Sebab, Raul mengantarkan Los Blancos menjuarai Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol.

Tidak hanya itu, Owen juga menjadi top skor di Liga Spanyol dan Liga Champions pada musim tersebut. Maka dari itu, ketika Raul tidak terpilih menjadi pemenang Ballon d’Or, banyak orang yang memperdebatkannya.

2. Pavel Nedved (2003)

Pavel Nedved

Dipilihnya Pavel Nedved sebagai pemenang Ballon d’Or 2003 juga sedikit diperdebatkan. Kala itu Nedved memang berhasil mengantarkan Juventus menjuarai Liga Italia dan Piala Super Italia. Namun, di musim tersebut Nedved hanya menyumbang 14 gol.

Sementara itu, Thierry Henry sedang dalam performa puncaknya bersama Arsenal. Di musim tersebut, Henry membukukan 42 gol dan 26 assist. Meski begitu, ia hanya membawa Arsenal menjuarai Piala FA.

1. Matthias Sammer (1996)

Mathias Sammer

Cukup banyak yang dikejutkan ketika Matthias Sammer didapuk sebagai pemenang Ballon d’Or 1996. Ketika itu, Sammer memang tampil solid di lini tengah dan membuat Borussia Dortmund menjuarai Liga Jerman. Tidak hanya itu, dia juga membantu Timnas Jerman juara Piala Eropa.

Kendati demikian, raihan Sammer tersebut diniali tidak lebih baik dari Alan Shearer dan Ronaldo Luis Nazario de Lima. Sebab, Shearer membawa Newacstle United menjadi runner-up Liga Inggris, sesutau yang belum pernah dicapai The Magpies sebelumnya.

Selain itu, Shearer juga menjadi top skor Liga Inggris dan menyabet PFA Player of The Year. Sementara itu, Ronaldo tampil menggila dengan mencetak 34 gol dari 37 pertandingan untuk Barcelona di Liga Spanyol. Ia pun membawa Blaugrana menjuarai Piala Super Spanyol, Copa del Rey, serta Piala Winner.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini