5 Pelatih Top yang Berpotensi Dipecat Musim Ini, dari Koeman hingga Guardiola

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 51 2343037 5-pelatih-top-yang-berpotensi-dipecat-musim-ini-dari-koeman-hingga-guardiola-yT3mebSheF.jpg Frank Lampard. (Foto/Reuters)

BEBERAPA pelatih bisa kehilangan pekerjaan mereka di musim kompetisi 2020-2021 yang penuh tantangan karena pandemi virus corona. Sejumlah di antaranya adalah nama-nama tenar yang menangani klub besar.

Seperti yang sering terjadi, ketika sebuah tim gagal memenuhi ekspektasi selama satu musim, pelatih menjadi orang yang dirasa harus mengambil tanggung jawab. Sekarang, beberapa pelatih klub besar bergantung performa timnya di sisa musim ini.

Berikut lima pelatih dari seluruh Eropa yang bisa kehilangan pekerjaan mereka pada akhir musim:

5. Ronald Koeman (Barcelona)

Ronald Koeman ditunjuk sebagai manajer Barcelona pada musim panas 2020. Pada saat kedatangannya, Barca sedang mengalami krisi, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Foto/Reuters

Koeman sejauh ini dianggap telah menangani beberapa masalah dengan sangat baik dan membwa perubahan permainan Barcelona. Namun, timnya masih bertengger di posisi ketiga Liga Spanyol, dengan selisih empat poin di belakang Atletico Madrid.

Baca juga: 5 Transfer Pemain Batal karena Alasan Aneh, Nomor 1 Gara-Gara Mesin Faks Rusak

Terlepas di lapangan, Barcelona akan melaksanan pemilihan presiden klub tersebut. Hanya saja, yan jadi permasalahan, lebih dari satu kandidat vokal akan mendepak Koeman jika mereka terpilih menjadi Presiden Barcelona.

4. Antonio Conte (Inter Milan)

Antonio Conte adalah pelatih yang sedang berada di bawah tekanan. Pasalnya, klub asuhannya, Inter Milan gagal melaju total di Liga Champions.

Foto/Reuters

Dalam grup yang berisi Real Madrid, Shakhtar Donetsk dan Borussia Moenchengladbach, Inter Milan finis di urutan paling buncir. Itu artinya, Nerazzurri tidak bisa bermain di Liga Eropa.

Meski begitu, posisi di Liga Italia lebih baik. Inter Milan saat ini berada di urutan kedua dengan terpaut tiga poin di belakang rival sekota mereka, AC Milan.

3. Andrea Pirlo (Juventus)

Ketika Andrea Pirlo ditunjuk sebagai pelatih tim utama di Juventus, beberapa pihak kebingungan. Pasalnya, sang pelatih tak punya pengalaman melatih selain nama besarnya sebagai pemain.

Foto/Reuters

Sebelumnya, Bianconeri telah memecat Maurizio Sarri meski memenangkan Scudetto. Mengingat ekspektasi tinggi yang ditetapkan Juventus, sulit untuk melihat bagaimana direksi klub mengambil sikap pada Pirlo.

Di Liga Italia, Juventus memiliki dua pertandingan tunda. Mereka kini tertinggal sepuluh poin dari AC Milan, sang pemimpin.

Jika Juventus gagal memenangkan gelar Serie A musim ini, Pirlo harus memimpin skuadnya menuju kejayaan di Eropa. Hal itu agar Pirlo tak dipecat oleh manajemen Juventus.

2. Frank Lampard (Chelsea)

Frank Lampard sedang berada di bawah tekanan besar di Chelsea. The Blues berada di urutan kesembilan di Liga Inggris dengan mengumpulkan 26 poin dari 17 pertandingan.

Foto/Reuters

Lampard memiliki persentase kemenangan terburuk dari semua manajer Chelsea di era Roman Abramovich. Jadi meski berstatus sebagai legenda klub, kesabaran pemilik Chelsea sepertinya sudah menipis.

Pasalnya, Chelsea menghabiskan sekitar 250 juta pounds untuk mmendatangkan pemain baru di musim panas 2020. Hal itu yang membuat Lampard semakin berat.

1. Pep Guardiola (Manchester City)

Pep Guardiola baru saja menandatangani perpanjangan kontraknya di Manchester City musim ini. Namun, posisi pelatih asal Spanyol itu bisa saja terancam hingga akhir musim.

Foto/Reuters

Musim lalu, Man City finis dengan selisih 18 poin dari Liverpool dalam perburuan gelar Liga Inggris. Selain itu, mereka juga kalah dari Lyon di perempat final Liga Champions.

Sementara di Liga Inggris musim ini, Man City terus berupaya merebut gelar juara. Skuad Guardiola kini menempati posisi kelima dengan memiliki dua laga tertunda.

Sedangkan di Liga Champions, Man City asuhannya berhasil lolos ke babak 16 besar. Hanya saja, Guardiola selama mengasuh Man City belum pernah membawa timnya melewati babak perempatfinal.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini