MANCHESTER - Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, gerah dengan sikap Jurgen Klopp yang terus berbicara mengenai jumlah penalti Setan Merah. Menurut Solskjaer, pernyataan tersebut sengaja disampaikan Klopp untuk mempengaruhi wasit dalam perebutan gelar juara musim ini.
Solskjaer sendiri mengaku heran kenapa Klopp tiba-tiba menyindir Man United sebagai tim yang selalu diuntungkan dengan hadiah penalti yang diberikan wasit. Padahal menurutnya, penalti yang selama ini didapat memang layak karena pemainnya sering dilanggar di kotak terlarang.
“Saya tidak menghitung berapa banyak penalti yang mereka miliki, jadi jika mereka ingin menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan ketika kami dilanggar di dalam kotak, saya tidak menghabiskan waktu untuk itu,” ujar Solskjaer seperti dilansir dari laman Goal International, Rabu (6/1/2021).
Baca juga: Hadapi Man City, Man United Diuntungkan Waktu Istirahat Ekstra
"Saya tidak dapat berbicara atas nama manajer lain, mengapa mereka mengatakan hal-hal seperti ini,” lanjutnya.
“Jelas saya merasa itu berhasil tahun lalu di semi di Piala FA karena Frank membicarakannya dan kami memiliki penalti yang seharusnya “Jadi mungkin itu cara mempengaruhi wasit. Saya tidak tahu, tapi saya tidak khawatir tentang itu. Jika mereka melanggar pemain kami, itu adalah penalti. Hanya jika itu ada di dalam kotak,” ujarnya lagi.kami miliki yang tidak kami dapatkan,” tambahnya.
Seperti diketahui, sebelumnya pelatih Liverpool Jurgen Klopp sempat menyindir Man United sebagai klub yang paling banyak mendapatkan hadiah penalti. Klopp mengutarakan hal itu usai The Reds tumbang di markas Southampton pada lanjutan pekan ke-17 Liga Inggris 2020-2021.
Pernyataan Jurgen Klopp itu disinyalir karena dirinya merasa dirugikan atas keputusan yang dibuat wasit laga Southampton vs Liverpool, Andre Marriner. Dalam laga tersebut, setidaknya ada dua momen di mana Liverpool bisa saja mendapatkan penalti.

“Saya mendengar sekarang bahwa Manchester United mendapat lebih banyak penalti dalam dua tahun daripada yang saya alami dalam lima setengah tahun," jelas Klopp.
"Saya tidak tahu apakah itu salah saya, atau bagaimana itu bisa terjadi,” tandasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)