LONDON – Alphonse Areola mengakui bahwa kehadiran Gianluigi Buffon membuat perjalanan kariernya bersama Paris Saint-Germain (PSG) hancur. Sebab, Areola mengakui kehadiran Buffon membuatnya tersisih dari tim PSG.
Sebagaimana diketahui, Areola sendiri memang sempat dituding bakal menjadi penjaga andalan PSG di masa depan. Terlebih sejak usia muda, Areola memang berhasil menunjukkan performa yang sangat menjanjikan.
Bahkan Areola sendiri sempat dipercaya masuk ke dalam skuad tim nasional (Timnas) Prancis yang tampil di putaran final Piala Dunia 2018 Rusia. Meski tak bermain semenit pun, Areola tetap berhak mendapatkan medali juara Piala Dunia 2018 Rusia.

Keberhasilan tersebut pun membuat banyak pihak semakin yakin bahwa Areola bakal benar-benar menjadi bintang PSG di masa depan. Akan tetapi situasi berubah semenjak manajemen PSG merekrut Buffon secara gratis pada bursa transfer musim panas 2018.
Baca Juga: Kepulangan Neymar ke Barcelona Hanya Janji Manis Kampanye
Pasalnya kehadiran Buffon menjadi awal kehancuran karier Areola bersama PSG. Terlebih saat Buffon hadir, Areola memang kehilangan waktu bermain bersama skuad Les Parisiens –julukan PSG. Bahkan Areola harus rela dipinjamkan ke Real Madrid sebagai bagian transfer Keylor Navas ke PSG.
Sementara pada musim ini, Areola kembali menerima kenyataan diasingkan oleh PSG ke tim promosi Liga Inggris, yakni Fulham. Meski bersama klub asal London Barat itu, perlahan tapi pasti Areola mulai kembali menemukan performa terbaiknya di bawah mistar gawang.
Areola sendiri mengakui bahwa Buffon memang menjadi penyebab utama di balik penurnan kariernya bersama PSG. Meski begitu, berdarah Filipina tersebut sama sekali tidak menyimpan dendam kepada Buffon. Sebab, Areola sendiri menjadikan Buffon sebagai panutannya.
“Di tahun Piala Dunia, saya menjalani satu musim penuh (di PSG). Menurut saya, kontinuitas yaitu bertahan, melanjutkan permainan untuk PSG, klub tempat saya tumbuh,” ungkap Areola, sebagaimana dikutip dari Football London, Selasa (1/12/2020).
Baca Juga: Merasa Dicurangi, Pelatih RB Leipzig Tak Terima dengan Kemenangan PSG
“Akan tetapi tiba-tiba Gigi Buffon datang untuk bergabung bersama kami, dan jujur saja saya mencintai dia sampai mati. Sebab dia merupakan penjaga gawang panutan saya, dia adalah idola saya,” sambungnya.
“Akan tetapi, memang benar, saya akhirnya jadi tidak memiliki waktu bermain karena adanya Buffon di sana (PSG) sebagaimana yang saya harapkan sebelumnya,” tuntas penjaga gawang berusia 27 tahun tersebut.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.