Ingat Masa Lalu, Diego Maradona Rajin Bantu Orang Miskin

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 51 2317374 ingat-masa-lalu-diego-maradona-rajin-bantu-orang-miskin-K7Ol28sM9Z.JPG Mural bergambar Diego Maradona (Foto: Reuters)

CORDOBA – Kabar meninggalnya Diego Armando Maradona membuat sahabatnya, Osvaldo Ardiles sedih. Menurut mantan pemain Tottenham Hotspur itu, El Pibe del Oro adalah sosok yang hangat dan rajin membantu orang miskin.

Seperti diketahui, Diego Armando Maradona meninggal dunia pada Kamis 26 November 2020 tengah malam WIB. Ia wafat pada usia 60 tahun akibat serangan jantung, setelah sebelumnya dirawat sejak awal November 2020 akibat penyumbatan pembuluh darah di otak.

Kepergian Diego Maradona ditangisi oleh masyarakat Argentina. Duka tersebut teramat wajar mengingat lelaki kelahiran Lanus itu berperan besar membawa Tim Nasional (Timnas) Argentina juara Piala Dunia 1986.

Baca juga: Gattuso Ingin Menangi Trofi Bersama Napoli untuk Diego Maradona

Warga berkerumun untuk melepas kepergian Diego Maradona (Foto: Reuters/Ueslei Marcelino)

Selain berprestasi, Diego Maradona juga dikenal punya kepribadian yang hangat. Ia pun tak ragu untuk membantu mereka yang kurang beruntung di Argentina dan seluruh dunia. Hal itu diakui sendiri oleh Osvaldo Ardiles, yang merupakan sahabatnya di dalam dan luar lapangan.

Infografis Diego Maradona

“Saya akan selalu mengingat selera humornya. Dia adalah orang yang sungguh lucu dan membuat saya percaya diri. Dia akan bertanya banyak hal kepada saya, mulai dari politik, agama, kehidupan pribadi, dan lainnya,” ujar Osvaldo Ardiles, melansir dari TalkSport, Jumat (27/11/2020).

“Saya mengenal Diego sejak masih sangat muda. Ya, dia datang dari keluarga miskin di Argentina, tetapi tidak pernah melupakan asalnya. Dia selalu mau membantu orang-orang miskin di komunitasnya, kelaurga, dan setelah itu, semua orang,” imbuh pria berusia 80 tahun itu.

Ya, Diego Maradona memang lahir dan tumbuh besar dari keluarga yang serba kekurangan. Melansir dari The Sun, sang ayah, Don Diego adalah seorang pekerja pabrik. Kemiskinan membuat ayahnya sempat melarang Diego Maradona untuk berkarier sebagai pesepakbola.

Sang ibu, Dona Tota, bahkan sering berpura-pura sakit agar anak-anaknya, termasuk Diego Maradona, bisa makan. Sama seperti ayahnya, ia menghendaki agar Diego menjadi seorang akuntan, dengan alasan agar bisa memiliki banyak uang serta penghidupan yang lebih baik.

Keluarga dan kerabat mengiringi peti jenazah (Foto: Reuters/Agustin Marcarian)

Namun, keinginan kedua orangtuanya itu tidak pernah tercapai. Sejak mendapat bola pada usia tiga tahun, Diego Maradona jatuh cinta dengan sepakbola hingga akhir hayatnya. Ia bahkan dinobatkan sebagai salah satu pesepakbola terbaik sepanjang sejarah.

Melalui sepakbola pula, Diego Maradona membantu menggalang dana untuk kaum papa. Ia rajin mengikuti laga amal yang mengandung tujuan mulia. Kerelaan tersebut membuatnya diidolakan oleh orang-orang Argentina dan dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini