3. Raheem Sterling, Leroy Sane, Sergio Aguero (Man City)

Kehadiran Josep Guardiola benar-benar membuat Manchester City berada di level yang berbeda. Guardiola pasalnya mampu memberdayakan potensi para pemain Man City dengan maksimal. Ia tak hanya mengandalkan umpan-umpan pendek sebagai senjata, namun juga kecepatan Leroy Sane dan Raheem Sterling sebagai winger mampu ia racik menjadi ancaman besar.
Ditambah dengan keganasan Sergio Aguero di muka gawang, jadilah lini serang Man City sebagai salah satu yang paling disegani di Eropa. Gelar juara Liga Inggris pun berhasil dimenangkan Man City secara beruntun dengan mengandalkan kombinasi ini di lini serang.
2. Roberto Firmino, Sadio Mane, Mohamed Salah (Liverpool)

Keperkasaan yang dimiliki Man City tersebut kemudian dapat disaingi oleh Liverpool besutan Jurgen Klopp. Sama halnya dengan The Citizens, Liverpool pun bermain dengan mengandalkan winger mereka, yakni Mohamed Salah dan Sadio Mane sebagai penggagas utama serangan.
Hanya saja, peran yang dimiliki Roberto Firmino sebagai ujung tombak berbeda dengan Aguero. Jika Aguero berperan sebagai finisher, maka Firmino justru menjadi perekat lini serang The Reds. Hasilnya, bisa dibilang sukses besar. Meski Firmino tak terlalu sering mencetak gol, namun Mane dan Salah benar-benar menjadi mesin penghancur yang luar biasa. Salah bahkan menjadi top skor Liga Inggris selama dua musim beruntun.