MILAN – Real Madrid memiliki tugas berat kala harus bertandang ke markas Inter Milan untuk melakoni macthday keempat babak penyisihan Grup B Liga Champions 2020-2021. Dalam laga yang akan dimainkan Kamis 26 November 2020 dini hari WIB tersebut, Madrid tak bisa diperkuat Sergio Ramos.
Sang kapten pasalnya tengah dalam masa perawatan akibat mengalami sobek serat otot. Diakui oleh Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, absennya Ramos tersebut menjadi kehilangan yang sangat besar bagi Los Blancos.
Zidane menerangkan bahwa Ramos memiliki perang penting di dalam skuad Madrid. Selain punya kemampuan hebat dalam bertahan, pemain jebolan akademi Sevilla tersebut juga kerap mencetak gol pada saat-saat yang dibutuhkan.
Baca juga: Berkat Cristiano Ronaldo, Juventus Pepet Rekor Inter di Liga Champions

Terlebih lagi, sosoknya sebagai kapten memberikan dorongan mental yang besar terhadap seluruh pemain di tim. Maka dari itu, Zidane menilai absennya Ramos ini akan bisa dimanfaatkan oleh Inter untuk membuat Los Blancos menderita.
Di sisi lain, Inter memiliki lini serang yang tidak bisa diremehkan. Duet Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez telah menemukan ketajamannya lagi. Pada pertandingan terakhir Nerazzurri, yakni melawan Torino di ajang Liga Italia 2020-2021, Lukaku berhasil membukukan dua gold an Lautaro satu.
"Kami tahu betapa pentingnya pertandingan ini dan kami siap. Dia (Ramos) telah membuktikan di lapangan apa yang bisa dia berikan kepada kami. Kami tahu betapa pentingnya Sergio bagi kami, tetapi kami tidak bisa berhenti begitu saja karena dia cedera,” jelas Zidane, dikutip dari Football Italia, Rabu (25/11/2020).
“Ini akan menjadi seperti final besok. Kami akan dibuat menderita, tetapi kami akan melakukan pendekatan terhadap laga ini dengan mentalitas yang benar,” lanjut pelatih berkebangsaan Prancis tersebut.
Zidane sendiri tak ingin terlalu ambil pusing dengan absennya Ramos. Karena menurutnya adalah hal yang wajar jika pada satu momen, sebuah tim mengalami kesulitan karena hal-hal seperti ini. Maka dari itu, Zidane memandang ini seperti sebuah ujian kelayakan bagi Madrid.

“Inilah sepakbola, ada saat-saat Anda merasa kuat dan semua yang Anda coba berhasil, lalu saat-saat yang lebih rumit ketika Anda harus menyingsingkan lengan baju. Ini bukan hanya di Real Madrid, tetapi setiap tim mendapatkannya,” terang Zidane.
Madrid dan Inter sejatinya sama-sama membutuhkan poin penuh untuk terus menjaga asa agar lolos ke fase gugur. Sebab, saat ini Madrid menempati posisi ketiga klasemen Grup B dengan empat poin. Sedangkan Inter di posisi juru kunci karena baru memperoleh dua angka.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)