Cerita Nicolas Anelka saat Putuskan Jadi Mualaf

Bagas Abdiel, Jurnalis · Sabtu 21 November 2020 04:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 51 2313438 cerita-nicolas-anelka-saat-putuskan-jadi-mualaf-aSxJhXQS0i.jpg Nicolas Anelka (Foto: Reuters)

SEPAKBOLA Prancis sangat akrab dengan nama Nicolas Anelka. Sebagai pesepakbola ternama, Anelka tentu mendapat banyak sorotan. Tak hanya soal prestasi, terkadang kehidupan seorang pesepakbola bisa menjadi inspirasi.

Tak terkecuali dengan sosok Anelka yang pernah dikenal sebagai pemain keras kepala saat di lapangan. Namun, pada 2004 kisah hidupnya begitu menginspirasi ketika ia memeluk agama Islam dan memiliki nama baru yakni Abdul Salam Bilal.

Nicolas Anelka

Saat ini, pria kelahiran Le Chesnay, Prancis, 14 Maret 1979 tersebut telah memutuskan untuk pensiun sebagai pesepakbola. Tetapi, kisahnya menjadi seorang mualaf tidak akan pernah terlupakan karena ia memberi panutan besar kepada para penggemar.

Meski ia lahir dari Prancis, Anelka adalah seorang imigran dari Martinik, Amerika Tengah. Sejak masa kecil, ia pun banyak bergaul dengan anak-anak imigran lainnya berdarah Aljazair. Kondisi ini yang membuat Anelka kemudian lebih banyak mengenal Islam.

Baca juga 5 Pemain Muslim Paling Sukses, Siapa Saja? 

Sepanjang hidupnya, Anelka pun menilai Islam adalah agama yang tepat untuknya. Karena itu, pada 2004, mantan pemain Arsenal itu memutuskan untuk memeluk agama Islam di Uni Emirat Arab. Sebuah keputusan besar karena ia sudah sangat yakin dengan kepercayaan barunya tersebut.

“Menjadi muslim tidak mengubah hidup saya. Saya tetap menjadi orang yang adil dan punya nilai hidup. Apa yang membuat saya memilih islam karena saya merasa agama ini cocok untuk saya,” ucap Anelka, melansir dari Al Arabiya, Sabtu (21/11/2020).

"Saya merasa lebih dekat dengan Tuhan dan itu membuat hidup saya menjadi lebih cerah. Saya punya keyakinan dari hati bahwa Islam adalah agam yang harus saya pilih,” tambahnya.

Namun begitu, bukan hanya kisah mualaf yang begitu inspiratif, sebagai seorang muslim, Anelka juga menjalankan nilai-nilai agama dengan baik. Bahkan ia banyak membantu masyarakat muslim di Prancis yang mendapat diskriminasi.

“Orang di Prancis yang punya asal-usul Afrika tidak punya kehidupan mudah. Contohnya saja jika mereka mencari pekerjaan. JIka Anda menunjukkan keislaman Anda, maka Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan itu,” lanjutnya.

“Saya kira hanya di Prancis saja hal itu terjadi. Anda harus menyembunyikan identitas asli Anda dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan. Tingkat diskriminasi di Prancis menurut saya sudah tidak bisa diterima,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini