Mesut Ozil Pesepakbola Pembela Muslim Uighur

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 51 2313035 mesut-ozil-pesepakbola-pembela-muslim-uighur-61Eij6NoA6.jpg Mesut Ozil. (Foto/Twitter)

MESUT OZIL pada musim ini tidak banyak tampil karena memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan klubnya, Arsenal. Pemain Jerman keturunan Turki ini belum pernah tampil di semua kompetisi 2020-2021.

Tak dimainkannya Ozil oleh Mikel Arteta mungkin terkait dengan sikap Ozil dengan Arsenal. Sebagai Muslim, pemain berusia 32 tahun itu pernah mengkritik sikap The Gunners—julukan Arsenal—atas pernyataannya membela Muslim Uighur di China.

Foto/Twitter

Pada Desember 2019, Ozil menulis di akun media sosialnya (Twitter dan Instagram), menentang perlakuan pemerintah China terhadap minoritas Uighur di Xinjiang. Laporan menyebutkan lebih satu juta orang ditahan di kamp-kamp penahanan selama beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Arteta: Ozil Masih Punya Kans Kembali Masuk ke Skuad Arsenal Musim Ini

“Turkistan Timur, Umat terluka, melawan para penganiaya yang mencoba memisahkan mereka dari agama mereka,” tulis Ozil.

“Mereka membakar Alquran mereka. Mereka menutup masjid mereka. Mereka melarang mereka pergi ke sekolah. Mereka membunuh tokoh agama mereka. Para pria tersebut dipaksa masuk ke kamp dan keluarga mereka dipaksa tinggal bersama pria China. Para wanita tersebut dipaksa menikah dengan pria China.”

“Tapi Muslim diam. Mereka tidak akan bersuara. Mereka telah meninggalkan mereka (Uighur). Tidakkah mereka tahu bahwa setuju dengan penganiayaan adalah penganiayaan?” tulis Ozil.

Namun, Arsenal tidak mendukung pendapat Ozil soal Uighur. Klub mengatakan bahwa apa yang disampaikan Ozil tidak terkait dengan Arsenal sebagai klub sepakbola.

“Mengenai komentar yang dibuat oleh Mesut Ozil di media sosial, Arsenal harus membuat pernyataan yang jelas,” isi pernyataan Arsenal yang dirilis di Weibo (media sosial mirip Twitter di China).

“Konten yang dipublikasikan adalah pendapat pribadi Ozil. Sebagai klub sepakbola, Arsenal selalu berpegang pada prinsip tidak melibatkan diri dalam politik,” lanjut pernyataan tersebut.

Foto/Instagram

Setelah lama tidak megomentari pendapat klubnya, Ozil bersuara. Ia menilai Arsenal telah terlibat dalam urusan politik dengan mendukung gerakan Black Lives Matters.

Gerakan Black Lives Matters yang lahir pada 2013, kembali menggema. Gerakan muncul buntut pembunuhan pria kulit hitam bernama George Floyd oleh polisi kulit putih Amerika Serikat (AS).

Ozil merasa kecewa dengan Arsenal. Padahal menurutnya, dia sudah memberikan yang terbaik bagi klub di dalam dan di luar lapangan.

“Mereka bilang mereka tidak terlibat dalam politik tetapi ini bukan politik dan mereka terlibat dalam masalah lain,” kata Ozil kepada Atlantic mengutip Daily Mail, pada Agustus 2020.

“Di Amerika, kita melihat George Floyd terbunuh dan dunia angkat bicara mengatakan Black Lives Matter, dan itu benar. Kita semua sama dan adalah hal yang baik bahwa orang-orang melawan ketidakadilan.”

“Ada banyak pemain kulit hitam dan penggemar Arsenal dan sungguh fantastis klub mendukung mereka.”

"Tapi saya berharap orang-orang akan melakukan hal yang sama untuk Muslim karena Arsenal memiliki banyak pemain dan penggemar Muslim juga, dan penting bagi dunia untuk mengatakan bahwa Muslim Lives Matter," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini