Utang Menumpuk, Javier Tebas Beberkan Kondisi Keuangan Barcelona

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 46 2311501 utang-menumpuk-javier-tebas-beberkan-kondisi-keuangan-barcelona-o2Joyt5vAO.jpg Pemain Barcelona selebrasi (Foto: Reuters)

MADRID – Barcelona santer dikabarkan berada di ambang kebangkrutan karena utang yang menumpuk. Pada akhirnya kondisi ini membuat Dewan Direksi Barca mengambil kebijakan untuk memotong gaji para pemain dan karyawan mereka.

Hal ini sontak mendapat tentangan dari para pemain dan karyawan. Meski sudah sempat diadakan pertemuan, namun tak ada kesepakatan yang tercapai. Pada akhirnya direncanakan untuk membuat pertemuan selanjutnya di pengujung November 2020.

Sejumlah pihak mengklaim krisis yang dialami Blaugrana ini terjadi karena Josep Maria Bartomeu tak mampu melakukan manajemen keuangan dengan baik sewaktu menjabat sebagai presiden klub. Akan tetapi, Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, kurang setuju dengan pandangan tersebut.

Baca juga: Legenda Bayern Prediksi Depay Jadi Pemain Top di Barcelona

Lionel Messi dan Josep Maria Bartomeu

Tebas mengakui bahwa Barca memang memiliki utang yang sedikit lebih besar. Akan tetapi, sebelum pandemi Corona (Covid-19) menyerang, Blaugrana selalu berhasil menutup utang-utang tersebut dan menstabilkan kondisi keuangan mereka.

Kendati demikian, pandemi Corona yang berlangsung sudah hampir setahun membuat pemasukan klub mengalami penurunan drastis. Hal inilah yang kemudian menyulitkan Barca untuk membayar utang-utang mereka dan terpaksa harus memangkas pengeluaran, utamanya gaji pemain dan karyawan.

"Barcelona tidak mempertimbangkan proses kebangkrutan. Utang mereka mungkin sedikit lebih besar, tetapi mereka mampu membayar dengan sempurna sebelum adanya Covid-19,” beber Tebas, dilansir dari Goal, Rabu (18/11/2020).

“Akan tetapi, Covid telah datang dan mengambil banyak pendapatan. Mereka tidak begitu mampu untuk membayar kembali utang tersebut, sehingga volume gaji mereka harus diturunkan,” lanjutnya.

“Itu adalah faktor penting bagi sebagian besar klub. Ini bukan karena mereka salah mengatur keuangan sebelumnya," jelas Tebas.

Barcelona

Covid-19 membuat Barcelona kini mengalami kerugian pendapatan hingga mencapai 300 juta euro atau sekira Rp5 triliun. Setelah melakukan perhitungan, Barca harus melakukan penyesuaian gaji sebesar 191 juta euro.

Maka dari itu, dewan manajemen berencana untuk memotong gaji sebesar 30 persen kepada masing-masing orang di klub. Salah satu yang menjadi beban terberat bagi pengeluaran Barca adalah gaji megabintang mereka, Lionel Messi, yang mencapai 90 juta dolar (AS) per tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini