MILAN – CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, telah menyerukan boikot pertandingan jeda internasional di tengah krisis Covid-19. Sejumlah tim Liga Italia dilaporkan telah melarang pemainnya berpergian untuk bertemu dengan skuad tim nasional mereka masing-masing.
Sebelum memasuki jeda internasional, sejumlah klub Liga Italia telah melaporkan kasus baru positif Covid-19. Sebut saja seperti Inter Milan, Fiorentina, Sassuolo, Genoa, Roma, dan Lazio. Hal ini jelas menjadi kerugian besar untuk mereka.

Terlebih dengan peraturan terbaru di Italia bahwa semua pemain dari tim yang dipermasalahkan harus mengisolasi diri selama 10 hari ke depan. Pemain yang dipanggil untuk tugas internasional bersama Timnas Italia pun tidak diizinkan bergabung dengan sampai akhir masa karantina mereka.
Tentu saja ini menjadi pukulan lain bagi Italia untuk menghadapi Estonia, Polandia, dan Bosnia & Herzegovina. Sebelumnya, ada 41 pemain yang dipanggil ke Timnas Italia, namun hanya 25 pemain saja yang dapat bergabung imbas masa karantina.
Baca juga Hasil Liga Italia Semalam: Juventus, Inter, AC Milan Kompak Raih Hasil Imbang
Hal ini membuat Marotta tidak senang karena kurangnya perlindungan bagi para pemain selama musim ini akibat Covid-19. Ia berpikir bahwa lebih banyak yang harus dilakukan untuk melindungi pemain di level klub seiring pandemi yang berlanjut.
“Situasi ini tidak adil. Ada area abu-abu dalam kurangnya sentralitas cara manajemen ini. Dengan cara ini, setiap orang otoritas kesehatan lokal menjadi pusat manajemen klub,” ungkap Marotta, mengutip dari Goal, Selasa (10/11/2020).